Harga Minyak Menguat Imbas Pemogokan di Norwegia dan Brexit

Selasa, 28 Juni 2016 - 10:37 WIB
Harga Minyak Menguat...
Harga Minyak Menguat Imbas Pemogokan di Norwegia dan Brexit
A A A
SINGAPURA - Harga si emas hitam pada awal perdagangan di Asia, Selasa (28.6/2016) mengalami kenaikan karena pemogokan di Norwegia. Negara Skandinavia itu mengancam akan memangkas produksi yang akan berdampak pada Eropa Barat setelah imbas Inggris meninggalkan Uni Eropa masih membebani pasar.

Mengutip Reuters, Selasa (28/6/2016), sebanyak 755 pekerja Norwegia melakukan pemogokan di tujuh ladang minyak dan gas sejak Sabtu kemarin, karena tidak ada kesepakatan gaji baru. Sehingga memukul produsen di Eropa Utara tersebut. Para pekerja mengultimatum tenggat kesepakatan gaji baru adalah Jumat pekan ini.

Sebuah putaran perundingan akan diselenggarakan oleh negara sebagai mediator pada 30 Juni atau 1 Juli 2016 untuk menghindari gangguan yang bisa terjadi berikutnya.

Reuters menyebut pemogokan buruh itu mempengaruhi penurunan produksi minyak Norwegia hingga 18% dan gas alam sebanyak 17%. Produksi minyak gabungan sekitar 285.000 barel per hari dalam empat bulan pertama tahun ini, dengan produksi gas alam di 48,5 juta meter kubik (mcm) per hari.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent London diperdagangkan naik 42 sen ke level USD47,58 per barel pada 00:32 GMT (20:32 ET). Sedangkan, indeks minyak mentah berjangka Amerika Serikat, naik 35 sen pada USD 49,68 per barel.

Tapi kenaikan harga ini terjadi setelah minyak jatuh ke posisi terendah selama tujuh pekan, imbas dari melonjaknya dolar AS (USD) yang membuat impor bahan bakar lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya dan berpotensi memukul permintaan. Dan karena Inggris meninggalkan Uni Eropa (Brexit) terus menyebabkan gejolak pasar.

"Minyak mentah dipimpin sektor ini lebih rendah karena investor terus membuang aset berisiko. Minyak juga terbebani oleh berita bahwa gencatan senjata yang sukses di Nigeria telah memungkinkan perbaikan jaringan pipa minyak yang telah membatasi kemampuan negara untuk mengekspor minyak," kata ANZ Bank.

Produksi minyak di Nigeria meningkat menjadi sekitar 1,9 juta barel per hari dari sebelumnya 1,6 juta barel per hari karena perbaikan infrastruktur pipa utama di Delta Niger, ujar juru bicara perusahaan minyak negara, pada Senin kemarin.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
15 menit yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
2 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
13 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
14 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved