Pengusaha Ingin BI Kembali Pangkas Suku Bunga

Rabu, 20 Juli 2016 - 18:40 WIB
Pengusaha Ingin BI Kembali...
Pengusaha Ingin BI Kembali Pangkas Suku Bunga
A A A
JAKARTA - Harapan menggelayuti para pengusaha nasional seiring dengan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada pekan ini. Pasalnya, besok RDG akan memutuskan hasil soal suku bunga acuan (BI rate). Pengusaha berharap bank sentral kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25%.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani mengatakan ruang pelonggaran masih terbuka dan BI bisa melakukan penurunan suku bunga kembali.

Meski demikian, sampai akhir tahun, para pengusaha kata Hariyadi, tidak bisa memastikan apakah suku bunga akan turun menembus 5% atau tetap betah di level 6%.

“Pasti akan turun (besok), sekarang 6,5% ya, kalau enggak salah. Saya pikir akan turun 25 basis poin lagi. BI sudah kebaca deh, kalau ke 6% kayaknya kalau kita lihat selama ini biasanya turunnya 0,25% setiap hasil keputusan RDG,” kata dia di kantor Core Indonesia, Rabu (20/7/2016).

Hariyadi meyakini bahwa transmisi kebijakan untuk kedepannya akan lebih mudah jika BI Rate bisa diturunkan lagi besok. Apalagi ditambah dengan 19 Agustus nanti, suku bunga seven days repo rate akan berlaku. (Baca: BI Kembali Pangkas Suku Bunga Menjadi 6,50%)

"Lebih mudah (transmisi kebijakannya). Karena begini, kan nanti 19 Agustus mereka ubah dari BI rate jadi repo basis kan. Justru dengan itu akan merefleksikan suku bunga yang bisa merepresentasikan kondisi pasarnya. Makanya akan bagus, BI akan diuntungkan. Segi pertama, mereka ubah formulanya, segi kedua sekarang ada tax amnesty," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Peneliatan Core Indonesia Mohammad Faisal. Faisal mengatakan, akan turun 25 basis point dalam bulan ini, karena BI Rate masih 6,5%. Jadi kalau 25 bps kemudian dipangkas sampai akhir tahun, Indonesia bisa memeroleh BI Rate di level 5%.

"Mestinya kan seperti itu. Artinya itu sudah semestinya dilakukan. Memang BI rate sudah turun empat kali tapi respon BI kan baru enam bulan terakhir. Artinya itu sudah lambat, ketika 2015, negara-negara sudah pada pangkas suku bunga, nah kita belum tapi baru enam bulan terakhir ini. Jadi artinya ke depan masih bisa dikejar," pungkas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
BI Kembali Tahan Suku...
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan November di Level 4,75%
BI Kembali Pertahankan...
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
31 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
1 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
Trump Perintahkan Pembukaan...
Trump Perintahkan Pembukaan Kembali Penjara Alcatraz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved