Benahi Armada Mudik, Pemerintah Diminta Gandeng Pengusaha Otobus

Jum'at, 22 Juli 2016 - 08:43 WIB
Benahi Armada Mudik,...
Benahi Armada Mudik, Pemerintah Diminta Gandeng Pengusaha Otobus
A A A
JAKARTA - Pengusaha otobus menilai penyelenggaraan angkutan mudik dan balik Lebaran tahun ini adalah yang terburuk dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan kemacetan parah yang terjadi di Brebes Timur akibat pengoperasian jalan bebas hambatan hingga kawasan tersebut.

Karena itu, pengusaha otobus meminta pemerintah mengajak mereka berdiskusi untuk menyelenggarakan angkutan Lebaran yang lebih lagi pada 2017.

“Ini buruk. Karena kemacetan panjang tersebut biaya operasional perusahaan membengkak hingga 30%. Kami juga disemprot oleh calon penumpang karena keterlambatan armada,” ungkap Direktur Perusahaan Otobus Eka Sari Lorena, Eka Sari Lorena Soerbakti saat halal bihalal dengan awak media di Jakarta.

Kemacetan hingga berhari-hari ini juga membuktikan bahwa pengoperasian jalan tol bukan solusi utama dalam mengurai kemacetan atau kepadatan lalu lintas, khususnya dalam penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran. "Tol hingga Brexit ternyata membuat kemacetan bertambah panjang, bukan menguranginya (macet)," sesal Eka.

Disinggung percepatan pembangunan tol Trans Jawa, dia pun mengaku khawatir kemacetan bakal tetap terjadi. Sebab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun tol Trans Jawa yang membentang dari Jakarta–Surabaya sejauh 661 kilometer. Proyek ini ditargetkan tuntas 2018.

"Membangun jalan tol itu baik di satu sisi, namun di sisi lain harus mengubah pelintas. Dari sekadar menggunakan kendaraan pribadi dengan kapasitas empat sampai tujuh orang menjadi naik bus dengan kapasitas puluhan orang," katanya.

Dia berpendapat cara terbaik untuk menyiapkan arus mudik Lebaran 2017 yang lebih baik adalah terjadi dialog antara pengusaha angkutan dengan pemerintah, sebagai regulator sedini mungkin. Dengan dialog, dapat diketahui apa harapan pemerintah. Di sisi lain pengusaha berharap pemerintah juga memahami apa hambatan dan tantangan yang mereka hadapi.

“Pemerintah tidak lagi sekadar memerintah saja. Bila pemerintah tidak menghendaki ban vulkanisir, misalnya, ya mari kita bahas bersama. Mari bahas mulai dari regulasinya hingga praktiknya selama ini. Ban pesawat saja ada yang vulkanisir. Kok ban bus tidak boleh?” tanya Eka.

Eka pun siap membuka data investasi yang selama ini dikucurkan oleh perusahaan bus. Pemerintah juga bisa mengecek ke karoseri terkait belanja modal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan otobus. “Coba saja pemerintah melihat bus-bus baru yang berseliweran di jalan raya,” katanya.

Tinjau Ulang Tarif

Pada kesempatan itu, Eka juga berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mau meninjau ulang ketentuan tarif batas bawah dan batas atas untuk bus. Sebab sudah dua tahun peraturan tersebut tidak diubah. “Padahal sesuai ketentuan di peraturan itu, besaran batas tarif ditinjau setiap enam bulan sekali. Kan inflasi terus bergerak,” pintanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap-siap! Operasional...
Siap-siap! Operasional Angkutan Barang Saat Mudik Lebaran 2026 Bakal Diperketat
Gapasdap Siap Hadapi...
Gapasdap Siap Hadapi Angkutan Lebaran dan Logistik 2025
Tiket KA Lebaran 1444...
Tiket KA Lebaran 1444 H Bisa Dipesan Mulai 26 Februari 2023
Pemeriksaan Kelaikan...
Pemeriksaan Kelaikan Bus Angkutan Lebaran
Mudik Lebaran 2023,...
Mudik Lebaran 2023, DKI Siagakan 2.258 Bus AKAP dan 170 Cadangan
Pembatasan Angkutan...
Pembatasan Angkutan Barang Selama Mudik Lebaran 2024, Berikut Lokasi dan Jadwalnya
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
3 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
13 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
50 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved