Rupiah Siang Jaga Tren Positif, IHSG Masih Lesu
Jum'at, 22 Juli 2016 - 12:02 WIB
Rupiah Siang Jaga Tren Positif, IHSG Masih Lesu
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I tercatat stabil untuk menjaga tren positif sejak pembukaan pagi tadi. Penguatan mata uang Garuda siang ini di tengah masih melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
(Baca Juga: Rupiah Dibuka Perkasa, Yen Balik Melawan USD)
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini terparkir pada posisi Rp13.096/USD atau lebih baik dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.099/USD. Siang ini, rupiah berada pada kisaran Rp13.085-Rp13.125/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, berada di level Rp13.102/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi kemarin di level Rp13.122/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah sesi I ada di level Rp13.100/USD dengan kisaran harian Rp13.074-Rp13.114/USD. Posisi ini melemah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.095/USD.
(Baca Juga: IHSG Awal Sesi di Zona Merah, Bursa Asia Menyusut)
Adapun IHSG sesi I masih lesu dengan penurunan sebesar 36,08 poin atau 0,69% ke level 5.180,89. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 9,20 poin atau 0,18% ke level 5.207,77 dan pada perdagangan kemarin ditutup ambles hingga 25,85 poin atau 0,49% ke level 5.216,97.
Sektor saham di dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor keuangan yang anjlok 1,24%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi adalah pertambangan dengan kenaikan 0,16%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,93 triliun dengan 3,02 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp191,6 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,44 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,25 triliun. Tercatat 121 saham menguat, 160 saham melemah dan 83 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI). Saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).
(Baca Juga: Rupiah Dibuka Perkasa, Yen Balik Melawan USD)
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini terparkir pada posisi Rp13.096/USD atau lebih baik dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.099/USD. Siang ini, rupiah berada pada kisaran Rp13.085-Rp13.125/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, berada di level Rp13.102/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi kemarin di level Rp13.122/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah sesi I ada di level Rp13.100/USD dengan kisaran harian Rp13.074-Rp13.114/USD. Posisi ini melemah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.095/USD.
(Baca Juga: IHSG Awal Sesi di Zona Merah, Bursa Asia Menyusut)
Adapun IHSG sesi I masih lesu dengan penurunan sebesar 36,08 poin atau 0,69% ke level 5.180,89. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 9,20 poin atau 0,18% ke level 5.207,77 dan pada perdagangan kemarin ditutup ambles hingga 25,85 poin atau 0,49% ke level 5.216,97.
Sektor saham di dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor keuangan yang anjlok 1,24%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi adalah pertambangan dengan kenaikan 0,16%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,93 triliun dengan 3,02 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp191,6 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,44 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,25 triliun. Tercatat 121 saham menguat, 160 saham melemah dan 83 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI). Saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).
(akr)
Lihat Juga :