Rupiah Dibuka Ambruk Saat Euro dan Yen Kalah Lawan USD

Senin, 25 Juli 2016 - 10:06 WIB
Rupiah Dibuka Ambruk...
Rupiah Dibuka Ambruk Saat Euro dan Yen Kalah Lawan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka ambruk setelah pada penutupan akhir pekan kemarin naik tipis. Memburuknya mata uang Garuda terjadi saat yen dan euro kalah melawan USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.135/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.102/USD.

Sementara menurut data Bloomberg, rupiah dibuka pada posisi Rp13.161/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.118-Rp13.177/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.095/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance bergerak melemah dengan dibuka pada level Rp13.107/USD dengan kisaran harian Rp13.101-Rp13.155/USD dan pada pukul 09.55 WIB rupiah semakin melemah ke level Rp13.123/USD. Pembukaan rupiah hari ini tidak lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.105/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (25/7/2016), USD naik terhadap euro dan yen. Optimisme data aktivitas bisnis AS keluar pada Jumat juga ditambahkan dengan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) jangka pendek dan didukung greenback.

Euro terhadap USD turun 0,1% ke level 1,0969 setelah tergelincir ke level terendah dalam satu bulan di posisi 1,0955 pada Jumat kemarin. Terhadap yen, USD juga tercatat naik 0,1% ke level 106,30 setelah pulih dari penurunan di bawah 106.

Yen mengalami defensif di tengah harapan bahwa Bank of Japan akan lebih memudahkan kebijakan moneter pada pertemuan kebijakan 28-29 Juli. Sementara, BOJ berharap akan mengadopsi kebijakan metode stimulus "helicopter money", pasar masih dipertahankan harapan-harapan bahwa bank sentral akan memudahkan dalam satu bentuk atau yang lain.

"Pada titik ini sulit untuk mengatakan berapa banyak yen akan melemah bahkan jika BOJ meringankan. Hal ini secara luas diharapkan untuk memudahkan melalui program ETF dan yang tidak akan memiliki banyak efek terhadap yen," kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo.

Sementara, dolar Australia terhadap USD naik tipis 0,1% menjadi 0,7474 dan Sterling merangkak naik 0,1% menjadi 1,3124 setelah jatuh sekitar 1% pada Jumat kemarin usai survei menunjukkan aktivitas bisnis telah layu setelah terjadai Brexit.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
6 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
8 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
8 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
10 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
11 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
12 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved