Rupiah dan IHSG Siang Ini Masih Anteng di Zona Merah
Selasa, 26 Juli 2016 - 12:40 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Ini Masih Anteng di Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi siang ini tercatat masih melemah, sejak pembukaan tadi pagi.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini berada pada posisi Rp13.152/USD atau lebih buruk dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.142/USD. Siang ini, rupiah berdasarkan Bloomberg berada pada kisaran Rp13.133-Rp13.142/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.151/USD atau semakin tidak baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.140/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah sesi I ada di level Rp13.139/USD dengan kisaran harian Rp13.119-Rp13.169/USD. Posisi ini juga memburuk dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.135/USD.
Sementara, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, berada di level Rp13.150/USD. Posisi ini tercatat semakin memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.135/USD.
Adapun IHSG sesi I semakin bergerak melemah dengan penurunan sebesar 5,81 poin atau 0,11% ke level 5.214,99. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air turun 2,54 poin atau 0,05% ke level 5.218,26 dan pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bertambah 23,55 poin atau 0,45% ke level 5.220,80.
Sektor saham di dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di zona merah. Sektor dengan pelamahn terdalam adalah sektor perkebunan yang turun 0,83%. Sementara, sektor yang menguat hanya infrastruktur dan aneka industri masing-masing 0,64% dan 0,35%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,71 triliun dengan 3,02 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp141,31 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,03 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,17 triliun. Tercatat 131 saham menguat, 145 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Pembangunan Daera Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), dan PT Perusahaan gas Negara Tbk (PGAS). Sementara, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Siantar Top Tbk. (STTP), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini berada pada posisi Rp13.152/USD atau lebih buruk dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.142/USD. Siang ini, rupiah berdasarkan Bloomberg berada pada kisaran Rp13.133-Rp13.142/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.151/USD atau semakin tidak baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.140/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah sesi I ada di level Rp13.139/USD dengan kisaran harian Rp13.119-Rp13.169/USD. Posisi ini juga memburuk dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.135/USD.
Sementara, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, berada di level Rp13.150/USD. Posisi ini tercatat semakin memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.135/USD.
Adapun IHSG sesi I semakin bergerak melemah dengan penurunan sebesar 5,81 poin atau 0,11% ke level 5.214,99. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air turun 2,54 poin atau 0,05% ke level 5.218,26 dan pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup bertambah 23,55 poin atau 0,45% ke level 5.220,80.
Sektor saham di dalam negeri siang ini hampir semuanya berada di zona merah. Sektor dengan pelamahn terdalam adalah sektor perkebunan yang turun 0,83%. Sementara, sektor yang menguat hanya infrastruktur dan aneka industri masing-masing 0,64% dan 0,35%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,71 triliun dengan 3,02 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp141,31 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,03 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,17 triliun. Tercatat 131 saham menguat, 145 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Pembangunan Daera Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), dan PT Perusahaan gas Negara Tbk (PGAS). Sementara, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Siantar Top Tbk. (STTP), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).
(izz)
Lihat Juga :