IHSG Berakhir Menghijau, Bursa Utama Asia Turun
Selasa, 02 Agustus 2016 - 16:36 WIB
IHSG Berakhir Menghijau, Bursa Utama Asia Turun
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini menjaga tren penguatan, setelah berakhir menghijau dengan kenaikan 11,75 poin atau setara dengan 0,22% ke level 5.373,32. Lonjakan bursa terjadi di tengah kemerosotan mayoritas bursa utama Asia dan saat indeks Hang Seng libur karena ancaman badai.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG naik tipis 8,079 poin atau 0,151% ke level 5.369 dan pada sesi siang bergerak menguat dengan tambahan 20,55 poin atau setara dengan 0,38% ke level 5.382,12. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat 145,58 poin atau 2,79% ke level 5.361,58.
Dilansir CNBC, Selasa (2/8/2016) pasar saham Asia ditutup mayoritas lebih rendah dipimpin kejatuhan bursa Australia, meski Bank Sentral Australia baru saja memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,50%. Sedangkan yen tercatat mengalami kenaikan setelah Kabinet Jepang menyetujui pemberian stimulus pemerintah sebesar 13,5 triliun yen.
Pasar saham Australia melemah saat indeks ASX 200 ditutup turun 46,89 poin atau 0,84% ke level 5,540.50 dipengaruhi sektor energi yang anjlok 3,21% terimbas penurunan harga minyak mentah dunia di bawah level USD40 per barel. Di Jepang, indeks Nikkei 225 kehilangan 244,32 poin atau 1,47% ke level 16.391,45, usai pengumuman rincian stimulus fiskal pemerintah Jepang.
Pelemahan juga terjadi di seberang selat Korea saat indeks Kospi tergelincir 10,58 poin atau setara dengan 0,52% ke level 2.019,03. Di sisi lain saham China sedang tren bucked ketika indeks Shanghai bertambah 0,59% atau 17,54 poin ke posisi 2.970,92 dan komposit Shenzhen bertambah 14,04 poin atau 0,73% menjadi 1.926,69. Sementara pasar saham Hong Kong tidak buka hari ini, setelah peringatan topan yang dikeluarkan oleh Observatorium Hong Kong.
Di sisi lain nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp10,75 triliun dengan 7,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp2,92 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp3,43 triliun dan aksi beli sebesar Rp6,36 triliun. Tercatat 177 saham menguat, 178 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melonjak Rp1.150 menjadi Rp69.275, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik Rp1.100 menjadi Rp41.000 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) bertambah Rp150 menjadi Rp6.900.
Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) turun Rp550 menjadi Rp5.300, PT Siantar Top Tbk. (STTP) menyusut Rp180 menjadi Rp3.420 serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) berkurang Rp80 menjadi Rp3.350.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG naik tipis 8,079 poin atau 0,151% ke level 5.369 dan pada sesi siang bergerak menguat dengan tambahan 20,55 poin atau setara dengan 0,38% ke level 5.382,12. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat 145,58 poin atau 2,79% ke level 5.361,58.
Dilansir CNBC, Selasa (2/8/2016) pasar saham Asia ditutup mayoritas lebih rendah dipimpin kejatuhan bursa Australia, meski Bank Sentral Australia baru saja memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,50%. Sedangkan yen tercatat mengalami kenaikan setelah Kabinet Jepang menyetujui pemberian stimulus pemerintah sebesar 13,5 triliun yen.
Pasar saham Australia melemah saat indeks ASX 200 ditutup turun 46,89 poin atau 0,84% ke level 5,540.50 dipengaruhi sektor energi yang anjlok 3,21% terimbas penurunan harga minyak mentah dunia di bawah level USD40 per barel. Di Jepang, indeks Nikkei 225 kehilangan 244,32 poin atau 1,47% ke level 16.391,45, usai pengumuman rincian stimulus fiskal pemerintah Jepang.
Pelemahan juga terjadi di seberang selat Korea saat indeks Kospi tergelincir 10,58 poin atau setara dengan 0,52% ke level 2.019,03. Di sisi lain saham China sedang tren bucked ketika indeks Shanghai bertambah 0,59% atau 17,54 poin ke posisi 2.970,92 dan komposit Shenzhen bertambah 14,04 poin atau 0,73% menjadi 1.926,69. Sementara pasar saham Hong Kong tidak buka hari ini, setelah peringatan topan yang dikeluarkan oleh Observatorium Hong Kong.
Di sisi lain nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp10,75 triliun dengan 7,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp2,92 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp3,43 triliun dan aksi beli sebesar Rp6,36 triliun. Tercatat 177 saham menguat, 178 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melonjak Rp1.150 menjadi Rp69.275, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik Rp1.100 menjadi Rp41.000 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) bertambah Rp150 menjadi Rp6.900.
Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) turun Rp550 menjadi Rp5.300, PT Siantar Top Tbk. (STTP) menyusut Rp180 menjadi Rp3.420 serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) berkurang Rp80 menjadi Rp3.350.
(akr)
Lihat Juga :