Rupiah Dibuka Terdepresiasi, USD Melesat
Kamis, 04 Agustus 2016 - 10:44 WIB
Rupiah Dibuka Terdepresiasi, USD Melesat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka melemah atau terdepresiasi saat USD melesat terimbas data positif data ketenagakerjaan AS. Sementara Poundsterling cenderung stabil ketika Bank Sentral Inggris diharapkan memotong suku bunga acuan dalam waktu dekat.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi dibuka anjlok ke level Rp13.138/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.114/USD.
Sementara menurut data Bloomberg, rupiah mengawali hari ini di posisi Rp13.159/USD dengan kisaran harian Rp13.127-Rp13.159/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah pelemahan dibanding penutupan kemarin di level Rp13.121/USD.
Di sisi lain posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance justru dibuka membaik pada level Rp13.115/USD dibanding penutupan kemarin di posisi Rp13.125/USD. Pagi ini rupiah menurut data Yahoo Finance bergerak dengan kisaran harian Rp13.109-Rp13.139/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah juga tercatat masih tertekan ke posisi Rp13.144/USD. Posisi ini terlihat rupiah semakin menyusut dibandingkan sebelumnya Rp13.115/USD.
Dilansir Reuters, Kamis (4/8/2016) USD berdiri lebih tinggi pada awal perdagangan Asia, terdorong data positif pekerjaan AS. Sementara pounds tetap bertahan saat investor masih menanti langkah Bank of England terkait pemotongan suku bunga acuan.
Indeks USD yang berada dijalur greenback terhadap enam mata uang utama terlihat mendatar di posisi 95.553 atau lebih tinggi di atas hasil buruk enam pekan sebelumnya. USD juga meningkat saat melawan yen di level 101.30, sedangkan euro stabil pada posisi USD1.1150.
Poundsterling tercatat juga stabil terhadap USD pada level 1.3325 saat investor menanti kebijakan Bank of England. Sebelumnya beredar wacana pemotongan suku bunga acuan untuk mendongkrak ekonomi setelah Brexit.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi dibuka anjlok ke level Rp13.138/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.114/USD.
Sementara menurut data Bloomberg, rupiah mengawali hari ini di posisi Rp13.159/USD dengan kisaran harian Rp13.127-Rp13.159/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah pelemahan dibanding penutupan kemarin di level Rp13.121/USD.
Di sisi lain posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance justru dibuka membaik pada level Rp13.115/USD dibanding penutupan kemarin di posisi Rp13.125/USD. Pagi ini rupiah menurut data Yahoo Finance bergerak dengan kisaran harian Rp13.109-Rp13.139/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah juga tercatat masih tertekan ke posisi Rp13.144/USD. Posisi ini terlihat rupiah semakin menyusut dibandingkan sebelumnya Rp13.115/USD.
Dilansir Reuters, Kamis (4/8/2016) USD berdiri lebih tinggi pada awal perdagangan Asia, terdorong data positif pekerjaan AS. Sementara pounds tetap bertahan saat investor masih menanti langkah Bank of England terkait pemotongan suku bunga acuan.
Indeks USD yang berada dijalur greenback terhadap enam mata uang utama terlihat mendatar di posisi 95.553 atau lebih tinggi di atas hasil buruk enam pekan sebelumnya. USD juga meningkat saat melawan yen di level 101.30, sedangkan euro stabil pada posisi USD1.1150.
Poundsterling tercatat juga stabil terhadap USD pada level 1.3325 saat investor menanti kebijakan Bank of England. Sebelumnya beredar wacana pemotongan suku bunga acuan untuk mendongkrak ekonomi setelah Brexit.
(akr)