Rupiah Pagi di Akhir Pekan Merangkak Naik, Pounds Membaik

Jum'at, 05 Agustus 2016 - 10:30 WIB
Rupiah Pagi di Akhir...
Rupiah Pagi di Akhir Pekan Merangkak Naik, Pounds Membaik
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan ini merangkak naik untuk mencoba menjauhi kisaran level Rp13.100/USD. Membaiknya mata uang Garuda terjadi saat Poundsterling berangsur pulih serta USD kokoh ditopang saat investor menanti data ketenagakerjaan AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi dipenghujung awal Agustus ini berada pada level Rp13.125/USD. Posisi ini rupiah tercatat lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.138/USD dengan kenaikan tipis sebesar 13 poin.

Sementara menurut data Bloomberg, rupiah mengawali hari pada posisi Rp13.122/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.095-Rp13.130/USD. Rupiah tercatat memperlihatkan perbaikan dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.143/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance bergerak stagnan di level Rp13.135/USD dengan kisaran harian Rp13.097-Rp13.135/USD. Pembukaan rupiah hari ini tidak bergerak dari penutupan kemarin di level yang sama.

Disisi lain menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah mencetak keuntungan setelah dibuka pada level Rp13.117/USD. Posisi ini lebih baik dibandingkan sebelumnya yang berakhir di level Rp13.137/USD.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/8/2016) pounds mulai pulih, sehari setelah Bank Sentral Inggris memotong suku bunga acuan lebih rendah 0,25% dari 0,5 dan secara luas juga mengeluarkan stimulus seputar pembelian obligasi pemerintah. Pounds bangkit dari posisi terendah tiga pekan menjadi 84.97 terhadap Euro.

Melawan yen, poundsterling masih lebih rendah ke level 132.72. Penguatan justru terjadi pada indeks USD ke posisi 95.746 setelah Selasa kemarin berada di level terendah 95.003. "Berdasarkan analisis kami, pertumbuhan gaji di bulan Juli cenderung menjadi cukup kuat. Saya berharap di atas 200.000 untuk menjadi positif untuk dolar," ucap Strategi Pasar Sumitomo Mitsui Trust Bank Buya Sera

Penghasilan rata-rata upah, dilihat sebagai faktor kunci dalam mengukur kekuatan tekanan inflasi, dan diharapkan naik 0,2%. Seperti halnya pemulihan USD, euro juga sedikit berubah, meski masih dalam tren penurunan 0,3% selama sepekan. Yen cenderung mentap melawan USD di posisi 101.20.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
17 menit yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
9 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
9 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
9 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
10 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved