Proyek Nuklir Hinkley Ancam Rusak Kerja Sama Dagang China-Inggris

Rabu, 10 Agustus 2016 - 00:10 WIB
Proyek Nuklir Hinkley...
Proyek Nuklir Hinkley Ancam Rusak Kerja Sama Dagang China-Inggris
A A A
LONDON - Penundaan proyek nuklir Hinkley Point dikhawatirkan bisa mengancam hubungan kerja sama perdagangan China dan Inggris. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming sebagai peringatakan seperti dilansir Financial Times.

(Baca Juga: Investor China Frustasi Inggris Tunda Proyek Nuklir Hinkley)

Dia menerangkan, penundaan kesepakatan proyek Hinkley Point telah membawa kedua negara kepada titik penting dalam sejarah. Diisyaratkan olehnya bahwa kepercayaan kedua negara tengah berada dalam bahaya, jika pemerintah Inggris mengambil keputusan untuk tidak meneruskan kesepakatan.

Dilansir BBCnews, Selasa (9/8/2016) sebelumnya investor China diharapkan bakal mendanai sekitar sepertiga dari proyek nuklir tersebut senilai 18 miliar poundsterling. Bulan lalu perusahaan asal Prancis yakni EDF, menerangkan akan meneruskan pembiayaan kepada proyek Hinkley Point C di Somerset untuk melanjutkan proyek tersebut secara keseluruhan.

Namun secara mengejutkan pemerintah Inggris mengambil langkah untuk menunda kesepakatan sampai awal musim gugur untuk meninjau skema lebih lanjut. Sementara beredar kabar di balik alasan penundaan tersebut karena Perdana Menteri Inggris Theresa May kekhawatiran tentang keterlibatan China dalam stasiun tenaga nuklir tersebut sehingga membuat Inggris menunda kesepakatan.

Sementara itu Duta Besar China menegaskan pentingnya proyek nuklir itu bagi Inggris serta keunggulan negaranya dalam sektor tersebut. Dalam kesimpulannya Duta Besar Liu juga memuji mitra dagang mereka Inggris, meski menambahkan hubungan mereka bisa terancam rusak.

"Jika Inggris terbuka untuk bekerja sama, maka keterbukaan adalah kondisi utama untuk menjalin hubungan bilateral sehingga kepercayaan menjadi dasar. Saat ini hubungan China dan Inggris berada pada titik bersejarah. Saling percaya menjadi sesuatu yang berharga bahkan lebih penting. Saya berharap Inggris akan menjaga pintu tetap terbuka untuk China dan pemerintah Inggris akan terus mendukung Hinkley Point," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Sebut Ekonomi China...
Sebut Ekonomi China Baik-baik Saja, Pengusaha Asal Inggris: Tak Ada Masalah Serius
China Dianggap Jadi...
China Dianggap Jadi Ancaman Utama Terhadap Ekonomi Inggris
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved