Rupiah Dibuka Memburuk Saat Yen dan Euro Keok Lawan USD

Jum'at, 12 Agustus 2016 - 10:06 WIB
Rupiah Dibuka Memburuk...
Rupiah Dibuka Memburuk Saat Yen dan Euro Keok Lawan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka memburuk setelah pada penutupan kemarin berhasil di zona positif. Memburuknya mata uang Garuda terjadi saat USD menguat terhadap yen dan euro.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.120/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.113/USD.

Sementara menurut data Bloomberg, rupiah dibuka pada posisi Rp13.113/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.106-Rp13.125/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.103/USD, dan pada pukul 09.55 WIB hari ini semakin melemah ke level Rp13.118/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka di level Rp13.115/USD. Namun, pada pukul 09.57 WIB bergerak ke posisi Rp13.107/USD.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (12/7/2016), USD menguat didukung oleh komentar dari seorang pembicara yang menyarankan AS untuk menaikkan suku bunga tahun ini sebagai tekanan pertumbuhan inflasi.

Data penjualan rite AS dan serangkaian indikator ekonomi China yang akan dirilis hari ini akan menjadi titik fokus pasar, meskipun perdagangan bisa melambat dengan banyaknya pelaku pasar di Jepang pergi pekan ini untuk liburan musim panas.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama naik menjadi 95,906 dari posisi rendah pekan ini di level 95,442, meskipun tampak akan berakhir lebih rendah, kehilangan 0,3% sejauh pekan ini.

"USD tampaknya berada pada pijakan yang lebih kuat daripada ketika pasar khawatir tentang dampak dari Brexit. Ini mungkin memerlukan waktu sedikit tapi arahnya jelas melihat ke atas," kata Koji Fukaya, CEO dari FPG Securities.

USD terhadap yen menguat menjadi 101,83 dari posisi yang rendah pekan ini di level 101, meskipun itu mendatar sepanjang pekan ini. Sementara, euro terhadap USD juga turun menjadi 1,1139 setelah sebelumnya naik ke level 1,1192.

Presiden Fed San Francisco John Williams mengatakan kepada Washington Post kemarin bahwa bank sentral AS harus menaikkan suku bunga tahun ini karena meningkatnya kondisi pasar tenaga kerja dan kemungkinan inflasi menuju yang lebih tinggi.

Meskipun membaca yang kuat pada data payrolls AS pada Jumat lalu mendorong optimisme tentang ekonomi AS, banyak investor yang masih jauh dari yakin bahwa The Fed bisa menaikkan suku bunga karena prospek ekonomi global yang tidak menentu.

Kekhawatiran tentang ekonomi China melambat adalah salah satu isu utama saat ini di benak investor, mengingat China telah menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan global untuk waktu yang lama.

Data yang akan dirilis hari ini diperkirakan akan menunjukkan perlambatan terus dalam penjualan ritel, investasi dan produksi industri.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
2 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
4 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
5 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
7 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
7 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved