Bursa Jepang Goyah, IHSG Berakhir Memerah ke Level 5.320
Senin, 15 Agustus 2016 - 16:43 WIB
Bursa Jepang Goyah, IHSG Berakhir Memerah ke Level 5.320
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan di awal pekan memerah saat bursa saham Jepang goyah, meski sebagian besar bursa Asia membaik. Pasar saham Tanah Air ditutup berkurang 56,63 poin atau 1,05% ke level 5.320,56.
Sementara IHSG sesi I berbalik melemah dengan penurunan 63,51 poin atau 1,18%% ke level 5.313,69. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air bertambah 14,55 poin atau 0,27% ke level 5.391,75 dan pada perdagangan kemarin ditutup tergelincir 41,89 poin atau 0,77% ke level 5.377,20.
Dilansir CNBC, Senin (15/8/2016) mayoritas pasar saham Asia berbalik lebih tinggi setelah sempat mencetak kerugian pada perdagangan awal pekan. Di sisi lain bursa Jepang Tergelincir saat data ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut gagal tumbuh dalam tiga bulan hingga Juni dan ini terjadi di luar perkiraan.
Indeks Nikkei 225 goyah antara keuntungan dan kerugian sebelum berakhir turun 50,36 poin atau 0,3% ke level 16.869,56. Sementara bursa saham Australia masih berada di bawah tekanan dengan kehilangan 9,08 poin atau 0,16% ke level 5.540 ketika indeks keuangan menguat 0,59%, sedangkan indeks material melemah 1,52%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng berakhir menanjak 0,75% pada perdagangan sore untuk mengiringi kenaikan pada pasar saham Daratan China setelah Jepang terimbas data ekonomi yang memburuk. Indeks Shanghai menguat 74,53 poin atau 2,44% ke level 3.125,20 saat komposit Shenzhen mendapatkan tambahan 49,57 poin atau 2,51% ke level 2.023,23.
Stimulus lainnya diyakini akan datang dari data ekonomi Beijing pekan lalu yang menunjukkan kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut jauh dari harapan. Investor kemungkinan juga akan mengantisipasi peluncuran program lintas investasi Shenzhen-Hong Kong. Reuters melaporkan bahwa badan regulasi keuangan Cina, China Securities Regulatory Commission (CSRC), sedang bersiap-siap untuk memulai segera dan mengkoordinasikan hal itu.
"Kami berharap dana selatan Shenzhen-Hong Kong terhubung yang akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang. Ini menjadi momentum," terang Kepala Riset Ekuitas HSBC untuk Hongkong dan China Steven Sun.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,47 triliun dengan 7,11 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp335,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,23 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp2,57 triliun. Tercatat 93 saham menguat, 265 saham melemah dan 70 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) naik Rp155 menjadi Rp805, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) bertambah Rp150 menjadi Rp1.250 serta PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) meningkat Rp65 menjadi Rp1.375.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) berkurang Rp975 menjadi Rp64.925, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) menyusut Rp240 menjadi Rp3.710 dan PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp125 menjadi Rp7.850.
Sementara IHSG sesi I berbalik melemah dengan penurunan 63,51 poin atau 1,18%% ke level 5.313,69. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air bertambah 14,55 poin atau 0,27% ke level 5.391,75 dan pada perdagangan kemarin ditutup tergelincir 41,89 poin atau 0,77% ke level 5.377,20.
Dilansir CNBC, Senin (15/8/2016) mayoritas pasar saham Asia berbalik lebih tinggi setelah sempat mencetak kerugian pada perdagangan awal pekan. Di sisi lain bursa Jepang Tergelincir saat data ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut gagal tumbuh dalam tiga bulan hingga Juni dan ini terjadi di luar perkiraan.
Indeks Nikkei 225 goyah antara keuntungan dan kerugian sebelum berakhir turun 50,36 poin atau 0,3% ke level 16.869,56. Sementara bursa saham Australia masih berada di bawah tekanan dengan kehilangan 9,08 poin atau 0,16% ke level 5.540 ketika indeks keuangan menguat 0,59%, sedangkan indeks material melemah 1,52%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng berakhir menanjak 0,75% pada perdagangan sore untuk mengiringi kenaikan pada pasar saham Daratan China setelah Jepang terimbas data ekonomi yang memburuk. Indeks Shanghai menguat 74,53 poin atau 2,44% ke level 3.125,20 saat komposit Shenzhen mendapatkan tambahan 49,57 poin atau 2,51% ke level 2.023,23.
Stimulus lainnya diyakini akan datang dari data ekonomi Beijing pekan lalu yang menunjukkan kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut jauh dari harapan. Investor kemungkinan juga akan mengantisipasi peluncuran program lintas investasi Shenzhen-Hong Kong. Reuters melaporkan bahwa badan regulasi keuangan Cina, China Securities Regulatory Commission (CSRC), sedang bersiap-siap untuk memulai segera dan mengkoordinasikan hal itu.
"Kami berharap dana selatan Shenzhen-Hong Kong terhubung yang akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang. Ini menjadi momentum," terang Kepala Riset Ekuitas HSBC untuk Hongkong dan China Steven Sun.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,47 triliun dengan 7,11 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp335,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,23 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp2,57 triliun. Tercatat 93 saham menguat, 265 saham melemah dan 70 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) naik Rp155 menjadi Rp805, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) bertambah Rp150 menjadi Rp1.250 serta PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) meningkat Rp65 menjadi Rp1.375.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) berkurang Rp975 menjadi Rp64.925, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) menyusut Rp240 menjadi Rp3.710 dan PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp125 menjadi Rp7.850.
(akr)
Lihat Juga :