Rupiah Ditutup Menguat Tajam, USD Tergelincir
Senin, 15 Agustus 2016 - 16:59 WIB
Rupiah Ditutup Menguat Tajam, USD Tergelincir
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan berakhir melesat setelah sebelumnya sempat bergerak variatif. Kondisi penguatan rupiah sore ini terjadi di tengah tergelincirnya USD terhadap yen.
(Baca Juga: IHSG Siang Terkoreksi, Rupiah Menguat Terbatas)
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.090/USD atau menguat jika dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.118/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.080-Rp13.126/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah hari ini berakhir berada di posisi Rp13.120/USD atau lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.121/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah awal pekan ditutup pada level Rp13.090/USD dengan kisaran harian Rp13078-Rp13.120/USD. Posisi rupiah terlihat membaik dari pembukaan sebelumnya yang berada di level Rp13.120/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru melemah di level Rp13.121/USD. Posisi ini tercatat melemah tipis dari posisi sebelumnya di level Rp13.120/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (15/8/2016) USD terpeleset pada perdagangan hari ini terimbas data lamban AS untuk membuat harapan terhadap kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed rate mulai mereda. Tercatat USD lebih rendah 0,2% ke level 101.12 terhadap yen Jepang setelah kehilangan 0,6% pada akhir pekan kemarin.
Di sisi lain euro mengalami kenaikan 0,1% ke level 1.11675 terhadap USD, usai akhir pekan kemarin bertambah 0,2%. Indeks USD masih melemah di level 95.653 ketika Jumat kemarin menyentuh posisi terendah sejak 3 Agustus pada level 95.254.
"Setelah hasil mengecewakan penjualan ritel akibatnya para ekonom melihat risiko penurunan, apalagi data konsumen melemah untuk memberikan sentimen terbatas terhadap kekuatan USD terhadap euro dan yen," ucap Strategi Mata Uang ING Petr Krpata di London.
Pasar mata uang menunjukkan reaksi yang tidak terlalu besar pada awal pekan saat ekonomi Jepang menampilkan diperluas 0,2% secara year on year dalam kuartal kedua di bawah ekspektasi 0,7%. USD Australia tercatat lebih tinggi 0,3% ke level 0.7668 terhadap USD.
(Baca Juga: IHSG Siang Terkoreksi, Rupiah Menguat Terbatas)
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.090/USD atau menguat jika dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.118/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.080-Rp13.126/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah hari ini berakhir berada di posisi Rp13.120/USD atau lebih baik dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.121/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah awal pekan ditutup pada level Rp13.090/USD dengan kisaran harian Rp13078-Rp13.120/USD. Posisi rupiah terlihat membaik dari pembukaan sebelumnya yang berada di level Rp13.120/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru melemah di level Rp13.121/USD. Posisi ini tercatat melemah tipis dari posisi sebelumnya di level Rp13.120/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (15/8/2016) USD terpeleset pada perdagangan hari ini terimbas data lamban AS untuk membuat harapan terhadap kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed rate mulai mereda. Tercatat USD lebih rendah 0,2% ke level 101.12 terhadap yen Jepang setelah kehilangan 0,6% pada akhir pekan kemarin.
Di sisi lain euro mengalami kenaikan 0,1% ke level 1.11675 terhadap USD, usai akhir pekan kemarin bertambah 0,2%. Indeks USD masih melemah di level 95.653 ketika Jumat kemarin menyentuh posisi terendah sejak 3 Agustus pada level 95.254.
"Setelah hasil mengecewakan penjualan ritel akibatnya para ekonom melihat risiko penurunan, apalagi data konsumen melemah untuk memberikan sentimen terbatas terhadap kekuatan USD terhadap euro dan yen," ucap Strategi Mata Uang ING Petr Krpata di London.
Pasar mata uang menunjukkan reaksi yang tidak terlalu besar pada awal pekan saat ekonomi Jepang menampilkan diperluas 0,2% secara year on year dalam kuartal kedua di bawah ekspektasi 0,7%. USD Australia tercatat lebih tinggi 0,3% ke level 0.7668 terhadap USD.
(akr)