Bursa Asia Mixed, IHSG Ditutup Meroket 89,60 Poin
Kamis, 18 Agustus 2016 - 16:36 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Ditutup Meroket 89,60 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir menguat tajam di tengah variatifnya (mixed) bursa saham Asia. Pasar saham Tanah Air ditutup meroket 89,60 poin atau 1,67% ke level 5.462,45.
Sementara IHSG sesi I semakin menguat dengan bertambah 68,98 poin atau 1,28% ke level 5.440,80. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi naik 14,50 poin atau 0,27% ke level 5.386,35 dan pada perdagangan sebelumnya ditutup melonjak 51,29 poin atau 0,96% ke level 5.371,85.
Dilansir CNBC, Kamis (18/8/2016) bursa saham Jepang, Nikkei masih melemah di tengah lonjakan yen, data perdagangan yang lemah karena perdagangan pasar Asia mixed.
Nikkei 225 turun 259,63 poin atau 1,55% ke level 16.486,01, sementara indeks Topix turun 20,34 poin atau 1,55% ke level 1.290,79. Selama perdagangan, yen Jepang menguat setinggi 99,62 terhadap USD sebelum mundur sedikit. Setelah pasar ditutup untuk hari ini, yen diperdagangkan pada level 100,05 terhadap USD.
Ekspor Jepang mengalami penurunan cukup tajam, membuat saham Toyota menutup turun 1,76%, Nissan turun 2,56%, dan Mazda juga tercatat melemah 1,34%.
Penurunan ekspor pada Juli juga mungkin telah memukul sentimen pada eksportir. ekspor Jepang pada Juli turun 14%, penurunan terburuk dalam tujuh tahun, namun sesuai dengan harapan. Sementara, impor menurun 24,7% atau lebih parah dari perkiraan Reuters yang menurun 20,6%. (Baca: Ekspor Jepang Juli Jatuh di Laju Tercepat sejak Krisis Keuangan)
Melintasi Selat Korea, Indeks Kospi ditutup naik 11,72% atau 0,57% ke level 2.055,47. Di Australia, Indeks ASX 200 turun 27,23 poin atau 0,49% ke level 5.507,82, dengan sektor keuangan menurun 0,87%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 228,30 poin atau 1% ke level 23.028,08. Di Hong Kong, saham Tencent ditutup naik 5,18%. Sementara, di pasar China ditutup melemah, dengan Shanghai turun 5,23 poin atau 0,17% ke level 3.104,32, dan komposit Shenzhen menutup hampir mendatar di posisi 2.042,22.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp11,78 triliun dengan 8,10 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,42 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp5,22 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp6,65 triliun. Tercatat 191 saham menguat, 136 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.700 menjadi Rp67.500, PT Astra Interntaional Tbk (ASII) naik Rp425 menjadi Rp8.300, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp220 menjadi Rp3.170.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp100 menjadi Rp6.800, PT Darya-varia Laboratoria tbk (DVLA) turun Rp30 menjadi Rp1.600, dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) turun Rp25 menjadi Rp845.
Sementara IHSG sesi I semakin menguat dengan bertambah 68,98 poin atau 1,28% ke level 5.440,80. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi naik 14,50 poin atau 0,27% ke level 5.386,35 dan pada perdagangan sebelumnya ditutup melonjak 51,29 poin atau 0,96% ke level 5.371,85.
Dilansir CNBC, Kamis (18/8/2016) bursa saham Jepang, Nikkei masih melemah di tengah lonjakan yen, data perdagangan yang lemah karena perdagangan pasar Asia mixed.
Nikkei 225 turun 259,63 poin atau 1,55% ke level 16.486,01, sementara indeks Topix turun 20,34 poin atau 1,55% ke level 1.290,79. Selama perdagangan, yen Jepang menguat setinggi 99,62 terhadap USD sebelum mundur sedikit. Setelah pasar ditutup untuk hari ini, yen diperdagangkan pada level 100,05 terhadap USD.
Ekspor Jepang mengalami penurunan cukup tajam, membuat saham Toyota menutup turun 1,76%, Nissan turun 2,56%, dan Mazda juga tercatat melemah 1,34%.
Penurunan ekspor pada Juli juga mungkin telah memukul sentimen pada eksportir. ekspor Jepang pada Juli turun 14%, penurunan terburuk dalam tujuh tahun, namun sesuai dengan harapan. Sementara, impor menurun 24,7% atau lebih parah dari perkiraan Reuters yang menurun 20,6%. (Baca: Ekspor Jepang Juli Jatuh di Laju Tercepat sejak Krisis Keuangan)
Melintasi Selat Korea, Indeks Kospi ditutup naik 11,72% atau 0,57% ke level 2.055,47. Di Australia, Indeks ASX 200 turun 27,23 poin atau 0,49% ke level 5.507,82, dengan sektor keuangan menurun 0,87%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 228,30 poin atau 1% ke level 23.028,08. Di Hong Kong, saham Tencent ditutup naik 5,18%. Sementara, di pasar China ditutup melemah, dengan Shanghai turun 5,23 poin atau 0,17% ke level 3.104,32, dan komposit Shenzhen menutup hampir mendatar di posisi 2.042,22.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp11,78 triliun dengan 8,10 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,42 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp5,22 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp6,65 triliun. Tercatat 191 saham menguat, 136 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.700 menjadi Rp67.500, PT Astra Interntaional Tbk (ASII) naik Rp425 menjadi Rp8.300, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp220 menjadi Rp3.170.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp100 menjadi Rp6.800, PT Darya-varia Laboratoria tbk (DVLA) turun Rp30 menjadi Rp1.600, dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) turun Rp25 menjadi Rp845.
(izz)
Lihat Juga :