Menteri ESDM Dinilai Tak Cukup Hanya Punya Integritas
Sabtu, 20 Agustus 2016 - 14:20 WIB
Menteri ESDM Dinilai Tak Cukup Hanya Punya Integritas
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Energi dari Universitas Gajah Mada Fahmi Radi mengatakan, untuk mengisi posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dibutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki integritas, tapi juga mempunyai jiwa Merah Putih. Mantan Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu menambahkan nantinya pengganti Arcandra Tahar harus mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia.
"Integritas memang dibutuhkan. Selain itu dia harus punya jiwa merah putih atau kebangsaan. Karena ini menyangkut banyak hal yang harus menjadi kepentingan bangsa," terang dia dalam Talkshow Polemik SindoTrijaya bertajuk 'Geger Arcandra dan Nasib Sektor ESDM' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/8/2016).
(Baca Juga: Langkah Cepat Jokowi Copot Arcandra Diapresiasi)
Dia mencontohkan misalnya PT Freeport Indonesia yang kontraknya akan berakhir 2021 dan ladang-ladang minyak di Indonesia dimana mayoritas juga akan berakhir menurutnya butuh Menteri atau pemimpin yang punya jiwa nasionalisme. Karena jika tidak, dia mengkhawatirkan Freeport akan diperpanjang untuk kepentingan bangsa lain.
"Jadi tidak digunakan sebesar-besarnya untuk Indonesia, melainkan untuk bangsa asing," lanjutnya.
(Baca Juga: Lelah Rangkap Jabatan, Luhut Ingin Lepas Posisi Menteri ESDM)
Fahmi juga sempat menyalahkan Undang-undang (UU) yang mengatakan bahwa sebagian besar mineral dan batu bara serta migas (minyak dan gas bumi) dikuasi oleh asing. Karena hal itu dia meminta UU Migas dapat segara direvisi.
"Karena ini menyangkut konstitusi, realita yang ada dimana sebagian besar minerba dan migas dikuasi asing. Tapi ini karena kesalahan UU juga, karena itu harus di revisi. Kalau mendasarkan institusi, menteri harus mengembalikan ini untuk kepentingan rakyat bukan untuk asing," pungkasnya.
Seperti diketahui pemerintah masih mencari pengganti Menteri ESDM yang baru setelah Presiden Joko Widodo mencopot Arcandra Tahar, lantaran memiliki kewarganegaraan ganda yakni Indonesia dan Amerika Serikat. Sejauh ini Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri ESDM.
"Integritas memang dibutuhkan. Selain itu dia harus punya jiwa merah putih atau kebangsaan. Karena ini menyangkut banyak hal yang harus menjadi kepentingan bangsa," terang dia dalam Talkshow Polemik SindoTrijaya bertajuk 'Geger Arcandra dan Nasib Sektor ESDM' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/8/2016).
(Baca Juga: Langkah Cepat Jokowi Copot Arcandra Diapresiasi)
Dia mencontohkan misalnya PT Freeport Indonesia yang kontraknya akan berakhir 2021 dan ladang-ladang minyak di Indonesia dimana mayoritas juga akan berakhir menurutnya butuh Menteri atau pemimpin yang punya jiwa nasionalisme. Karena jika tidak, dia mengkhawatirkan Freeport akan diperpanjang untuk kepentingan bangsa lain.
"Jadi tidak digunakan sebesar-besarnya untuk Indonesia, melainkan untuk bangsa asing," lanjutnya.
(Baca Juga: Lelah Rangkap Jabatan, Luhut Ingin Lepas Posisi Menteri ESDM)
Fahmi juga sempat menyalahkan Undang-undang (UU) yang mengatakan bahwa sebagian besar mineral dan batu bara serta migas (minyak dan gas bumi) dikuasi oleh asing. Karena hal itu dia meminta UU Migas dapat segara direvisi.
"Karena ini menyangkut konstitusi, realita yang ada dimana sebagian besar minerba dan migas dikuasi asing. Tapi ini karena kesalahan UU juga, karena itu harus di revisi. Kalau mendasarkan institusi, menteri harus mengembalikan ini untuk kepentingan rakyat bukan untuk asing," pungkasnya.
Seperti diketahui pemerintah masih mencari pengganti Menteri ESDM yang baru setelah Presiden Joko Widodo mencopot Arcandra Tahar, lantaran memiliki kewarganegaraan ganda yakni Indonesia dan Amerika Serikat. Sejauh ini Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Menteri ESDM.
(akr)
Lihat Juga :