Harga Minyak Dunia Jatuh, Ekspor BBM China Melonjak

Senin, 22 Agustus 2016 - 09:32 WIB
Harga Minyak Dunia Jatuh,...
Harga Minyak Dunia Jatuh, Ekspor BBM China Melonjak
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia pada perdagangan hari ini di awal pekan jatuh lebih rendah, ketika analis meragukan pembicaraan antara produsen-produsen minyak dunia dalam mengendalikan kelebihan pasokan diragukan akan mencapai kesepakatan. Harga minyak Brent diprediksi akan jatuh kembali di bawah level USD50 per barel pada Agustus ini atau lebih dari 20%.

Sementara itu dilansir Reuters, Senin (22/8/2016) ekspor produk olahan Bahan Bakar Minyak (BBM) China melonjak untuk memberikan tekanan kepada harga minyak. Ekspor China pada Juli tercatat untuk diesel dan bensin meningkat 181,8% dan 145.2% untuk masing-masing dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Diesel mencapai 1,53 juta ton sedangkan bensin sebesar 970.000 ton untuk menempatkan tekanan kepada produk olahan.

Pada perdagangan hari ini harga minyak berjangka Brent berada di level USD50,37 per barel pada pukul 00.57 GMT atau mengalami penurunan 51 sen dengan kisaran 1%. Di sisi lain minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) menyusut 29 sen atau 0,6% ke level USD48,23 per barel.

Analis meragukan harga minyak akan reli saat mengantisipasi hasil pembicaraan antar produsen minyak dunia pada September, mendatang untuk membahas pembatasan pasokan. "Data tampaknya mengkonfikasi pandangan kami minyak akan naik secara teknis dan posisi fundalemental. Faktanya pembeli baru telah muncul selama beberapa bulan," kata Bank AS Morgan StanleY.

Mengenai pembicaraan para produsen, bank memaknai bahwa perjanjian kemungkinan besar tidak akan tercapat karena terlalu banyak faktor dan tantangan logistik untuk mencapai kesepakatan. Sebagai informasi Anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak lain seperti Rusia akan menggelar pertamuan pada Septelber nanti.

Tapi analis mengatakan permusuhan antara OPEC Saudi Arabia dan Iran membuat kesepakatan tidak mungkin tercapai. "Meskipun Iran saat ini memproduksi sekitar 200.000 barel per hari setelah pemcabutan sanksi. Kita tidak melihatnya ada tanda pembatasan produksi dan tampaknya Arab Saudi juga tidak akan mengambil bagian," terang Bank Barclays.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved