Rupiah Awal Pekan Dibuka Mixed Saat USD Berjaya

Senin, 22 Agustus 2016 - 10:44 WIB
Rupiah Awal Pekan Dibuka...
Rupiah Awal Pekan Dibuka Mixed Saat USD Berjaya
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ini tercatat bergerak variatif dengan kecenderungan tertekan masih di kisaran level Rp13.160/USD. Pergerakan rupiah pagi ini terjadi di tengah penguatan USD untuk meneruskan tren positif.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.197/USD. Posisi ini tercatat melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.119/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini justru memperlihatkan sinyal penguatan di level Rp13.160/USD atau menguat tipis jika dibanding penutupan akhir pekan kemarin di posisi Rp13.163/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.160-Rp13.212/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pagi ini berada di level Rp13.155/USD dengan kisaran harian Rp13.155-Rp13.205/USD. Posisi rupiah terlihat stagnan dari pembukaan sebelumnya yang berada di level yang sama.

Dilansir Reuters, Senin (22/8/2016) USD memperpanjang penguatan terhadap yen dan euro ketika pembuat kebijakan Bank Sentral AS atau Fed optimistis bahwa data ekonomi mendukung kenaikan suku bunga acuan jangka pendek. Harapan bahwa Bank of Japan (BoJ) tidak akan terus menerapkan suku bunga negatif juga mendorong USD.

Mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- mengalami kenaikan 0,5% di level 100.760 atau lebih baik dari posisi sebelumnya di awal pekan kemarin. Sedangkan euro mengalami penurunan 0,3% di level USD1.1289 untuk jadi yang paling parah sejak 24 Juni. Sementara indeks USD naik 0,4% menjadi 94,843.

Pasar memperlihat sinyal awal dari pernyataan Wakil Ketua Fed Stanley Fischer, yang memberikan penilaian optimis terkait kekuatan ekonomi AS saat ini. Dia mengatakan Bank Sentral melihat hasil positif pada target inflasi dan data ketenagakerjaan.

"Komentar Fischer memiliki dampak pada USD dan yen sebagai dia, bersama dengan (Presiden Fed New York William) Dudley, untuk memberikan pengaruh besar. USD terhadap yen belum akan meningkat terlalu jauh karena momentum tampaknya jadi milik yen," ungkap Strategi Mata Uang Brown Brothers Harriman Masashi Murata.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
6 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
6 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
6 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
7 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
7 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
7 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved