IHSG Berakhir Kokoh, Bursa Jepang Menguat Sendirian
Senin, 22 Agustus 2016 - 16:40 WIB
IHSG Berakhir Kokoh, Bursa Jepang Menguat Sendirian
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat untuk mencatat hasil positif di awal pekan. Bursa saham Tanah Air ditutup bertambah 11,14 poin atau 0,21% ke level 5.427,17 saat mayoritas bursa utama Asia tertekan lebih rendah.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG naik 10,71 poin atau 0,20% ke level 5.426,75 hingga sampai sesi siang sedikit terkoreksi, meski masih mendapatkan tambahan 2,49 poin atau 0,05% ke level 5.418,53. Sedangkan kemarin pasar saham dalam negeri ditutup melemah 45,42 poin atau 0,83% ke level 5.416,04.
Seperti dilansir CNBC, Senin (22/8/2016) mayoritas pasar saham Asia berakhir lebih rendah di awal pekan saat pelaku pasar cenderung agak berhati-hati sebelum pidato Gubernur The Fed, Janet Yellen di Jackson Hole akhir pekan nanti. Pasar saham Australia tercatat mengalami penurunan di akhir perdagangan sebesar 11,58 poin atau 0,21% ke level 5.515,10.
Sempat mencetak keuntungan dari sesi pagi, pasar saham Australia akhirnya ditutup berkurang dipimpin pelemahan saham sektor energi dan material sebesar lebih dari 1% untuk masing-masing. Di seberang selat Korea Selatan (Korsel), indeks Kospi tergelincir 14,08 poin atau 0,68% ke level 2.042,16 mengiringi kejatuhan indek Hang Seng 0,43% dalam perdagangan sore.
Pasar saham di daratan China juga tercatat lebih rendah saat indeks Shanghai ditutup anjlok 23,34 poin atau 0,75% ke level 3.084,76 dan komposit Shenzhen menyusut sebesar 26,03 poin, atau 1,27% ke posisi 2.018,65. Di sisi lain indeks Nikkei Jepang justru menghijau sendirian dengan kenaikan 52,37 poin atau setara dengan 0,32% ke level 16.598,19.
Bursa saham Jepang masih berada dalam tren positif secara regional dengan kemungkinan didorong oleh pelemahan yen dan antisipasi lebih lanjut kebijakan dari Bank of Japan (BoJ). Analis memperkirakan sentimen pasar pekan ini akan bergantung kepada harapan dari Pidato Gubernur Fed Yellen di Jackson Hole.
"Indeks dolar tampaknya telah melihat optimistis kedepannya saat ekonomi AS membaik pekan ini. Tidak ada pengaturan yang dirancang untuk jangka pendek pasar. Ada banyak perdebatan mengenai target inflasi," ucap Analis IG Angus Nicholson.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,88 triliun dengan 8,58 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp285,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,14 triliun dan aksi beli sebesar Rp3,42 triliun. Tercatat 144 saham menguat, 168 saham melemah dan 109 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp250 menjadi Rp20.400, PT Astra International Tbk. (ASII) meningkat Rp200 menjadi Rp8.300 serta PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) naik Rp100 menjadi Rp5.300.
Sementara di tengah wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp50.000 per bungkus, beberapa saham emiten rokok mengalami pelemahan seperti PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) yang berkurang Rp875 menjadi Rp67.150, diikuti turun saham PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) melemah Rp20 menjadi Rp4.020.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG naik 10,71 poin atau 0,20% ke level 5.426,75 hingga sampai sesi siang sedikit terkoreksi, meski masih mendapatkan tambahan 2,49 poin atau 0,05% ke level 5.418,53. Sedangkan kemarin pasar saham dalam negeri ditutup melemah 45,42 poin atau 0,83% ke level 5.416,04.
Seperti dilansir CNBC, Senin (22/8/2016) mayoritas pasar saham Asia berakhir lebih rendah di awal pekan saat pelaku pasar cenderung agak berhati-hati sebelum pidato Gubernur The Fed, Janet Yellen di Jackson Hole akhir pekan nanti. Pasar saham Australia tercatat mengalami penurunan di akhir perdagangan sebesar 11,58 poin atau 0,21% ke level 5.515,10.
Sempat mencetak keuntungan dari sesi pagi, pasar saham Australia akhirnya ditutup berkurang dipimpin pelemahan saham sektor energi dan material sebesar lebih dari 1% untuk masing-masing. Di seberang selat Korea Selatan (Korsel), indeks Kospi tergelincir 14,08 poin atau 0,68% ke level 2.042,16 mengiringi kejatuhan indek Hang Seng 0,43% dalam perdagangan sore.
Pasar saham di daratan China juga tercatat lebih rendah saat indeks Shanghai ditutup anjlok 23,34 poin atau 0,75% ke level 3.084,76 dan komposit Shenzhen menyusut sebesar 26,03 poin, atau 1,27% ke posisi 2.018,65. Di sisi lain indeks Nikkei Jepang justru menghijau sendirian dengan kenaikan 52,37 poin atau setara dengan 0,32% ke level 16.598,19.
Bursa saham Jepang masih berada dalam tren positif secara regional dengan kemungkinan didorong oleh pelemahan yen dan antisipasi lebih lanjut kebijakan dari Bank of Japan (BoJ). Analis memperkirakan sentimen pasar pekan ini akan bergantung kepada harapan dari Pidato Gubernur Fed Yellen di Jackson Hole.
"Indeks dolar tampaknya telah melihat optimistis kedepannya saat ekonomi AS membaik pekan ini. Tidak ada pengaturan yang dirancang untuk jangka pendek pasar. Ada banyak perdebatan mengenai target inflasi," ucap Analis IG Angus Nicholson.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,88 triliun dengan 8,58 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp285,8 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,14 triliun dan aksi beli sebesar Rp3,42 triliun. Tercatat 144 saham menguat, 168 saham melemah dan 109 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp250 menjadi Rp20.400, PT Astra International Tbk. (ASII) meningkat Rp200 menjadi Rp8.300 serta PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO) naik Rp100 menjadi Rp5.300.
Sementara di tengah wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp50.000 per bungkus, beberapa saham emiten rokok mengalami pelemahan seperti PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) yang berkurang Rp875 menjadi Rp67.150, diikuti turun saham PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) melemah Rp20 menjadi Rp4.020.
(akr)
Lihat Juga :