Data Kapal Selam Bocor, Kontrak Perusahaan Prancis DCNS Terancam

Rabu, 24 Agustus 2016 - 16:25 WIB
Data Kapal Selam Bocor,...
Data Kapal Selam Bocor, Kontrak Perusahaan Prancis DCNS Terancam
A A A
PARIS - Perusahaan asal Prancis pembuat kapal selam yakni DCNS terancam kehilangan kerja sama bisnis, setelah beberapa data penting kontrak penyediaan kapal untuk Angkatan Laut India bocor ke publik. Lebih dari 22.000 halaman yang mengekspons informasi tentang rincian kemampuan kapal selam tempur jenis Scorpene class vessels bocor.

Belum diketahui secara pasti siapa orang pertama yang mendapatkan dokumen-dokumen rahasia tersebut, seperti diberitakan oleh media Australia. Diketahui awal tahun ini DCNS telah memenangkan proyek besar untuk membangun armada kapal selam angkatan laut Australia senilai USD38,5 miliar dengan pesanan pembuatan 12 kapal selam canggih.

Sayang dengan bocornya data kapal selam DCNS, membuat kontrak kerja tersebut diyakini bakal terancam. Namun pihak perusahaan memastikan rincian tentang kapal selam Shortfin Barracuda yang akan dibangun buat Australia tidak termasuk dalam data-data rahasia yang bocor dan diketahui publik. Juru bicara DCNS menegaskan kasus kebocoran ini masalah serius dan menerangkan pemerintah Perancis secara resmi akan menyelidiki.

"Hal-hal yang berhubungan dengan India, tidak termasuk dalam bagian program kapal selam Australia yang beroperasi di bawah pantauan pemerintah Australia untuk melindungi data yang sensitif," ucap sebuah pernyataan.

India sendiri diberitakan telah meneken kerja sama senilai USD3,5 miliar dengan penawaran membuat enam kapal selam jenis Scorpene vessels di 2005. Kapal selam Scorpene merupakan jenis yang diklaim mampu digunakan pada perairan dangkal dan sudah dipakai beberapa negara seperti Malaysia dan Chile. Sedangkan Brazil dijadwalkan akan memesan kapal selam dengan tipe yang sama pada 2018.

Sebagai informasi DCNS mengalahkan pesaing kuat dari Jerman dan Jepang untuk mengamankan kontrak pembuatan kapal dengan Australia, yang diyakini menjadi proyek jangka panjang hingga 2050. Kapal selam Shortfin Barracuda akan dibangun di Adelaide dengan harapan menciptakan sekitar 2.800 pekerjaan baru di wilayah tersebut.

Sementara Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull mengatakan kebocoran adalah pengingat akan pentingnya keamanan dunia cyber, tapi dia menolak jika disebutkan hal tersebut akan membahayakan kontrak. Menteri Pertahanan Negara Christopher Pyne mengatakan, insiden kebocoran tidak akan membatalkan program kapal masa depan pemerintah Australia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Bangkitkan Ekonomi,...
Bangkitkan Ekonomi, Prancis Anggarkan Rp1.750 Triliun
Perajin Pisau Potong...
Perajin Pisau Potong di Yogyakarta Banjir Pesanan Jelang Idul Adha
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved