Rupiah Sesi Pagi Masih Lesu, USD Menguat Lawan Yen

Kamis, 25 Agustus 2016 - 10:23 WIB
Rupiah Sesi Pagi Masih...
Rupiah Sesi Pagi Masih Lesu, USD Menguat Lawan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka tidak lebih baik dari penutupan kemarin. Pelemahan rupiah pagi ini terjadi saat USD dibuka lebih tinggi lawan yen jelang pidato Gubernur The Fed Janet Yellen.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.267/USD. Posisi ini tercatat melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.252/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp13.254/USD atau melemah tipis jika dibanding penutupan kemarin di posisi Rp13.252/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.253-Rp13.284/USD.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.240/USD dengan kisaran harian Rp13.240-Rp13.285/USD. Posisi rupiah terlihat sedikit membaik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.245/USD.

Dilansir Reuters, Kamis (25/8/2016) USD lebih tinggi terhadap yen pada awal perdagangan Asia, jelang pernyataan Gubernur Fed Janet Yellen akhir pekan untuk menawarkan kebijakan moneter baru AS. Pasar memprediksi Bank Sentral AS atau Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga pada bulan dengan kisaran 18%, sedangkan 50% menyakini kenaikan tarif terjadi pada Desember.

USD pada perdagangan hari ini meningkat 0,2% menjadi 100.59 terhadap yen Jepang. Di sisi lain penguatan mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- diperkirakan oleh Manajer Direktur FX strategi di BK Asset Management Kathy Lien, akan menguat dan pulih ke level 102 terhadap yen.

"Mungkin tidak terjadi setelah komentar Yellen, tapi hal itu bisa terjadi dalam beberapa pekan mendatang," terang Lien.

Sementara yen terus meningkat di tengah harapan Bank of Japan (BoJ) untuk mengambil langkah-langkah stimulus tambahan pada pertemuan berikutnya di bulan September. Mereka akan meninjau beberapa kebijakan di tengah keraguan BoJ terkait target inflasi 2%.

USD cenderung mendatar melawan euro pada level 1.1263. Sedangkan indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama juga terlihat stagnan di level 94.793.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
4 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
4 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
4 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
5 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
5 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved