Sri Mulyani: BUMN Sakit Jangan Dijadikan Induk Holding

Kamis, 25 Agustus 2016 - 18:29 WIB
Sri Mulyani: BUMN Sakit...
Sri Mulyani: BUMN Sakit Jangan Dijadikan Induk Holding
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan rencana holdingisasi harus bisa membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih profesional dan transparan. Menurutnya, perusahaan yang akan dijadikan induk BUMN haruslah yang sehat.

"Jangan justru melindungi korporat yang sangat tidak efisien, bahkan menyengsarakan banyak pihak. Pada akhirnya, masyarakat harus menanggung beban korporasi yang tidak efisien, yang rugi terus, minta tambahan modal terus, yang berdarah-darah terus," ujar Ani--sapaan akrabnya--di Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Perempuan asal Bandar Lampung ini menerangkan, bukan hal bijaksana menjadikan perusahaan yang tidak sehat menjadi induk holding. Ketidakefisienan tersebut hanya akan menambah utang-utang baru.

Pernyataan Menkeu ini menjadi pengingat agar Kementerian BUMN tidak tergesa-gesa dalam melakukan holdingisasi BUMN. Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno berencana membentuk enam holding BUMN. Yaitu Holding BUMN Pertambangan, Holding BUMN Migas, Holding Perumahan, Holding BUMN Jasa Keuangan, Holding Jalan Tol, dan Holding BUMN Pangan.

Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri memandang rencana pembentukan Holding BUMN Migas jangan sampai memengaruhi kinerja perusahaan yang bersangkutan. Holding BUMN harus profesional dan transparan.

"PGN merupakan BUMN yang tidak ada masalah, tingkat efisiensinya tinggi, dan ekternalitasnya tinggi," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2016).

Dalam catatan Faisal, kinerja PGN terbilang positif dengan membukukan laba bersih USD401,2 juta pada tahun 2015. Perolehan tersebut setara 13% dari pendapatan usaha yang sebesar USD3,07 miliar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani: Tak Ada...
Sri Mulyani: Tak Ada Kanibalisasi dalam Holding BUMN Ultra Mikro
Gabungin BRI-PNM serta...
Gabungin BRI-PNM serta Pegadaian, Sri Mulyani Bidik 29 Juta Nasabah
Gabungan BRI-PNM serta...
Gabungan BRI-PNM serta Pegadaian, Sri Mulyani Jamin Tak Ada Penutupan Usaha
Sri Mulyani Ungkap 6...
Sri Mulyani Ungkap 6 Alasan Pembentukan Holding Ultra Mikro
Sri Mulyani Rogoh Kocek...
Sri Mulyani Rogoh Kocek Rp2.397 Triliun Buat Nyuntik BUMN
Sri Mulyani Umumkan...
Sri Mulyani Umumkan APBN Alami Defisit Rp35 Triliun
Berita Terkini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
22 menit yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
40 menit yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
1 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
2 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
2 jam yang lalu
Infografis
Bocoran 4 Calon Menkeu...
Bocoran 4 Calon Menkeu Pilihan Prabowo untuk Gantikan Sri Mulyani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved