Harga Minyak Naik Karena Melemahnya Greenback

Selasa, 30 Agustus 2016 - 09:58 WIB
Harga Minyak Naik Karena...
Harga Minyak Naik Karena Melemahnya Greenback
A A A
SINGAPURA - Harga minyak berjangka naik tipis pada Selasa ini, imbas mulai berhentinya laju dolar Amerika Serikat, yang pada akhir pekan lalu melaju usai pidato Yellen. Harga minyak mentah berjangka Internasional Brent naik 8 sen ke level USD49,34 per barel pada penutupan sebelumnya, pukul 01:25 GMT.

Acuan minyak mentah berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) naik 15 sen menjadi USD47,13 per barel.

Retret atau mulai berhentinya laju indeks dolar, karena investor memandang ke depan untuk melihat data pekerjaan AS pada pekan ini, dimana Wakil Gubernur Federal Reserve, Stanley Fischer mengatakan akan menjadi penting apakah bank sentral AS menaikkan suku bunga dengan segera.

Melemahnya greenback membuat pembelian minyak untuk negara-negara dengan mata uang lainnya yang lebih murah, berpotensi memacu permintaan untuk bahan bakar.

Namun, kekhawatiran dari hasil pembicaraan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada September besok tentang pembekuan produksi terus membebani pasar.

“Ada perasaan bahwa pembicaraan OPEC soal pembekuan produksi akan menghasilkan sesuatu yang positif. Tapi itu baru pembicaraan belum resmi,” kata Robert Nunan, direktur manajemen risiko di Mitsubishi Corporation, seperti dikutip Reuters, Selasa (30/8/2016).

Sementara itu, Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih, kepada Reuters, berharap produsen minyak utama dunia melakukan pembekuan produksi pada bulan depan supaya pasar bergerak ke arah yang benar.

“Bagaimanapun, meski terjadi peningkatan produksi di Irak, dengan aksi pembekuan produksi di Libya, Nigeria, dan Venezuela, bisa merobohkan sekitar 3 juta barel produksi harian. Dan tidak ada yang bisa menahan napas mereka untuk mengubahnya dengan segera,” analisa Nunan.

Melihat aksi itu, beberapa upaya dilakukan untuk mencegahnya, seperti seruan gencatan senjata dengan pemberontak Nigeria. Sehingga bisa meningkatkan produksi anggota OPEC tersebut dari 700.000 barel per hari menjadi 1,56 juta barel per hari.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
23 menit yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
2 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
4 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
5 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
7 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved