Awal September, IHSG Akan Menguat ke 5.350

Kamis, 01 September 2016 - 08:51 WIB
Awal September, IHSG...
Awal September, IHSG Akan Menguat ke 5.350
A A A
JAKARTA - Bursa Asia mengakhiri bulan agustus dengan kembali bervariasi. Bursa saham di Jepang melanjutkan penguatan sedangkan bursa China kembali tertekan. Pertumbuhan penjualan rumah di Jepang yang menjadi trigger pertumbuhan kemampuan konsumen naik di atas ekspektasi di level 8.9%, dari -2.5% diperiode sebelumnya dengan perkiraan hanya di level 7.4%.

Sedangkan bursa China sedikit tertekan menyambut september, dimana menurut Survey Caixin Indeks data kinerja manufakturing PMI turun di level 50.1 dari 50.6.

IHSG beranjak menguat setelah dibuka pada zona negatif diperdagangan terakhir bulan Agustus 2016. IHSG mampu ditutup naik 23.76 poin sebesar 0.44% dilevel 5386.08 dengan volume moderate. Sektor komoditas memimpin penguatannya merefleksikan naiknya indeks komoditas dunia kemarin.

Investor domestik terlihat optimistis diakhir bulan ini berbanding dengan investor asing yang tercatat melakukan aksi jual bersih cukup tinggi dilevel Rp741.8 miliar. Sehingga total capital flow yang terjadi pada bulan Agustus ini sangat tinggi sebesar Rp11,9 triliun berbanding terbalik ditahun sebelumnya yang net sell Rp10.2 triliun yang juga merupakan aksi beli bersih investor asing dibulan Agustus sejak 4 tahun terakhir mengalami aksi jual.

Selain itu hasil survei yang cukup optimis pada data aktifitas manufaktur dan inflasi di awal bulan september nanti dan minyak mentah yang rebound pada bulan Agustus pada optimisme produsen utama akan setuju untuk membekukan output serta spekulasi kembali menurunnya persediaan minyak di AS yang akan rilis nanti malam menjadi faktor utama .

Bursa Eropa juga dibuka bervariasi seiring naiknya probabilitas prospek pertumbuhan biaya pinjaman di AS. Pertumbuhan penjualan ritel di Jerman mengalami peningkatan 1.7% dari -0.6% diperiode sebelumnya namun Data mengkhawatirkan dari tingkat inflasi Eropa yang menurun di level 0.8% dari 0.9% diperiode sebelumnya.

Sentimen selanjutnya diawal September diantaranya data indeks kinerja sektor manufaktur di seluruh dunia dengan terfokus pada China dan Eropa. Dari dalam negeri akan ada data tingkat inflasi dengan ekspektasi masih cukup baik.

Secara teknikal IHSG menyentuh support lower bollinger band dan mencoba rebound meskipun dengan momentum RSI dan pergerakan indikator Stochastic yang cenderung bearish. IHSG terlihat berusaha kembali bergerak diatas MA25 sebagai konfirmasi pergerakan reboundnya.

Histogram indikator MACD belum memberikan signal positif meskipun sudah cukup rendah pada level saat ini dengan MACD line yang cenderung tertekan. Analis Reliance Securities Lanjar Naf memperkirakan IHSG akan bergerak kembali mencoba menguat dengan range pergerakan 5.350-5.455.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
22 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
38 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved