Kenaikan Tarif Listrik dan Uang Sekolah Hambat Deflasi Agustus
Kamis, 01 September 2016 - 14:12 WIB
Kenaikan Tarif Listrik dan Uang Sekolah Hambat Deflasi Agustus
A
A
A
JAKARTA - Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, penghambat utama deflasi Agustus 2016 adalah kenaikan tarif listrik dan uang sekolah. Tarif listrik naik 1,85% dengan andil 0,06%.
(Baca: Agustus Deflasi 0,02%, Terendah Sejak 2001)
Kenaikan ini terjadi pada tarif listrik pascabayar dan penurunan terjadi pada tarif listrik pra bayar. Terjadi kenaikan di 80 kota Indeks Harga Konsumen (IHK).
"Yang tidak mengalami kenaikan harga yaitu Tarakan dan Batam. Mereka stabil sekali karena dikelola Pemda sana," kata Sasmito di kantornya, Jakarta, Kamis (1/9/2016).
(Baca: Penurunan Tarif Angkutan Penyumbang Utama Deflasi)
Kedua, kenaikan harga pada cabai merah sebesar 5,76% dengan andil 0,04%. Hal inj terjadi karena cuaca Yang tidak menentu, kadang hujan kadang panas. Sasmito menerangkan terjadi kenaikan di 58 kota IHK dengan yang tertinggi di Denpasar dan Depok 36% dan Padang 21%.
Ketiga, kenaikan uang sekolah SMP yang naik 3,76% dan andil 0,03%. Terjadi kenaikan di 36 kota IHK, tertinggi di Sampit 26% dan Singaraja serta Watampone naik 25%.
Begitu juga dengan uang sekolah SMA yang naik 3,08% dengan andil 0,03%. Terjadi kenaikan di 36 kota IHK, tertinggi di Padang 22% dan Bekasi 11%. "Ini kalau kita lihat, kenaikannya karena memasuki tahun ajaran baru. Jadi, biasanya kalau tahun ajaran baru, uang bayara sekolah ada kenaikan sedikit," tutup dia.
(Baca: Agustus Deflasi 0,02%, Terendah Sejak 2001)
Kenaikan ini terjadi pada tarif listrik pascabayar dan penurunan terjadi pada tarif listrik pra bayar. Terjadi kenaikan di 80 kota Indeks Harga Konsumen (IHK).
"Yang tidak mengalami kenaikan harga yaitu Tarakan dan Batam. Mereka stabil sekali karena dikelola Pemda sana," kata Sasmito di kantornya, Jakarta, Kamis (1/9/2016).
(Baca: Penurunan Tarif Angkutan Penyumbang Utama Deflasi)
Kedua, kenaikan harga pada cabai merah sebesar 5,76% dengan andil 0,04%. Hal inj terjadi karena cuaca Yang tidak menentu, kadang hujan kadang panas. Sasmito menerangkan terjadi kenaikan di 58 kota IHK dengan yang tertinggi di Denpasar dan Depok 36% dan Padang 21%.
Ketiga, kenaikan uang sekolah SMP yang naik 3,76% dan andil 0,03%. Terjadi kenaikan di 36 kota IHK, tertinggi di Sampit 26% dan Singaraja serta Watampone naik 25%.
Begitu juga dengan uang sekolah SMA yang naik 3,08% dengan andil 0,03%. Terjadi kenaikan di 36 kota IHK, tertinggi di Padang 22% dan Bekasi 11%. "Ini kalau kita lihat, kenaikannya karena memasuki tahun ajaran baru. Jadi, biasanya kalau tahun ajaran baru, uang bayara sekolah ada kenaikan sedikit," tutup dia.
(izz)
Lihat Juga :