GIMMI Kunjungi SINDO Diskusi Tantangan Industri Minuman

Kamis, 01 September 2016 - 23:52 WIB
GIMMI Kunjungi SINDO...
GIMMI Kunjungi SINDO Diskusi Tantangan Industri Minuman
A A A
JAKARTA - Group Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) melakukan kunjungan ke Gedung SINDO, Jakarta, Kamis (1/9/2015). Pada kesempatan ini GIMMI berdiskusi tentang tantangan industri penjualan minuman beralkhol (Minol).

Executive Committee GIMI Bambang Britono bersama General Manager Public Relations IRIS Sisi Suharjo disambut hangat Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Koran SINDO Jaka Susila berserta jajaranya redaksi.

Bambang mengatakan, pasca adanya Peraturan Kementerian Perdagangan (permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag Nomor 20/M-DAG/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol yang dikeluarkan Mendag Thomas Lembong (saat masih menjabat) pada Januari 2016, industri penjualan minol, khususnya bir di Indonesia pada semester I merosot sekitar 40%.

Sayang, kata Bambang, belum ada kebijakan yang jelas soal pengaturan dan pengawasan minol tersebut, DPR RI saat ini tengah membahas Rancangan Undang-undang (RUU) tentang pelarangan minuman beralkhol. Di mana peredaran minol dari hulu ke hilir harus dilarang. Mulai dari investasi, produksi, peredaran hingga konsumsi. Terkecuali untuk adat, wisatawan, farmasi dan tempat tertentu yang diatur dalam peraturan pemerintah.

"Nanti memegang minol itu sama seperti memegang narkoba. Kami melihat tantanganya sangat besar. Kami hanya berpikir sejauh mana ini. Pengecualian terbatas, industri ini enggak akan bisa bertahan," ujar Bambang.

Dia menjelaskan, industri minol di Indonesia sudah hampir berjalan satu abad. Tantanganya semakin kuat. Pada era Presiden Soeharto, diibaratkan pertandingan perahu naga. Di mana dibutuhkan pemimpin perahu yang kuat dan di bagian belakang perahu yang bisa mengarahkan. Sementara bagian tengah hanya mengikuti saja sambil mendayung.

Saat ini, lanjut Bambang, pertandingan masuk ke rafting. Di mana pemimpin bisa jatuh seketika. Inilah tantangan Industri yang tidak hanya memikirkan bagaimana membuat bir.

"Selain kebijakan, minimnya pengetahuan juga menjadi tantangan kita. Bagaimana cara berkomunikasi agar orang bisa mengerti," terangnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Satpol PP DKI Musnahkan...
Satpol PP DKI Musnahkan 10.200 Botol Miras Hasil Operasi 2026 di Silang Monas
Keluarga Kerajaan Qatar...
Keluarga Kerajaan Qatar Intervensi FIFA Soal Penjualan Minuman Keras
Rayakan Valentine, Hendricks...
Rayakan Valentine, Hendricks Gin Hadirkan Festival Gombal
KUHP Baru, Menjual Minol...
KUHP Baru, Menjual Minol kepada Orang Mabuk Terancam 1 Tahun Penjara
Tekan Kriminalitas,...
Tekan Kriminalitas, Operasi Miras Diintensifkan di Bacukiki Parepare
Angkat Kearifan Lokal...
Angkat Kearifan Lokal Industri Minuman Tanah Air ke Tingkat Lebih Tinggi
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
55 menit yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
2 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
11 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
12 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
14 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved