Maksimalkan Program Pangan, Pemerintah Akan Data Ulang Lahan Pertanian

Jum'at, 02 September 2016 - 13:08 WIB
Maksimalkan Program...
Maksimalkan Program Pangan, Pemerintah Akan Data Ulang Lahan Pertanian
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi membahas soal pangan. Seusai rapat tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjelaskan bahwa Pemerintah ingin memaksimalkan lahan pangan.

Salah satu caranya melakukan pendataan kebutuhan lahan untuk tanaman padi yang tersebar di seluruh Indonesia, mengingat kebutuhan pangan pokok masyarakat Indonesia adalah beras.

"Tadi bersama Pak Menko (Darmin Nasution) membicarakan soal lahan pertanian, bagaimana kita harus melihat lahan untuk pangan. Tentunya kita harus betul-betul melakukan pendataan kebutuhan lahan untuk padi, jagung dan lain-lainnya seperti apa," kata dia di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Rini mengatakan, pihaknya bersama kementerian terkait akan menghitung ulang lahan pertanian yang ada agar tidak terjadi salah data dan hasil pangan bisa dimaksimalkan untuk ke depannya.

"Jadi memang kita harus betul-betul menghitung ulang dengan teliti. Kemudian juga pas dilihat sama Pak Menteri ATR (Sofyan Djalil) untuk betul-betul tahu apakah benar lahan kehutanan betul-betul digunakan untuk tanam komoditas hutan. Karena sebetulnya kan banyak yang sudah jadi lahan pertanian. Fungsinya bergeser," kata Rini lagi.

Kebutuhan untuk padi, Rini mencontohkan angka 12 juta hektar tersebut harus dicek lagi semua fasilitas pendukungnya, terpenuhi atau tidak. Misalnya irigasi untuk mengairi sawah.

"Nanti, satu-dua bulan lagi kita akan datang membawa data-datanya. Jika datanya sudah lengkap, kita akan bicaraklan konsep lebih lanjut. Awal konsepnya, melihat kebutuhan-kebutuhan untuk pangan lainnya seperti tebu, jagung karena BUMN itu ada PTPN, Perhutani," ujarnya.

Dan kemungkinan, sambung dia, ada hal yang perlu diperhatikan untuk konversi lahan alias perubahan fungsi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadapi Krisis Pangan,...
Hadapi Krisis Pangan, NKV: Tema Hari Pangan Sedunia Jangan Jadi Jargon Semata
Kementan: Status Ketahanan...
Kementan: Status Ketahanan Pangan Indonesia Semakin Baik
Urgensi Regenerasi Sektor...
Urgensi Regenerasi Sektor Pertanian
Ketahanan Pangan Mendesak,...
Ketahanan Pangan Mendesak, Aceh Kenalkan GAMPANG di Bimtek Publikasi
Penghargaan IRRI Bisa...
Penghargaan IRRI Bisa Jadi Penyemangat Pertanian Indonesia
Penyuluh Kunci Sukses...
Penyuluh Kunci Sukses Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved