Amazon-Starbucks Disebut Bayar Pajak Lebih Kecil dari Kios Sosis

Minggu, 04 September 2016 - 08:28 WIB
Amazon-Starbucks Disebut...
Amazon-Starbucks Disebut Bayar Pajak Lebih Kecil dari Kios Sosis
A A A
VIENNA - Perusahaan multinasional Amazon.com dan Starbucks diterpa kritik keras dari Kanselir Austria Christian Kern, lantaran disebut membayar pajak lebih rendah. Bahkan Kern dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Der Standard mengatakan besaran pajak yang dibayarkan Amazon dan Starbucks lebih kecil dari kafe yang menjual sosis di negaranya.

"Setiap kafe di Wina yang menjual sosis membayar pajak lebih besar di Austria dari sebuah perusahaan multinasional. Hal ini juga berlaku untuk Starbucks, Amazon dan perusahaan lain," tegas Kern kepada Der Standard seperti dilansir BBCnews, Minggu (4/9/2016).

Dia menambahkan bahwa negara-negara Uni Eropa (UE) ketika perusahaan membayar pajak dengan nilai rendah justru merusak persatuan itu sendiri. Menurutnya negara UE telah mengesahkan praktek ilegal dan berusaha menutupi dari pengawasan Brussels dengan dengan rezim pajak rendah yang telah memikat perusahaan multinasional.

"Apa yang dilakukan Irlandia, Belanda, Luxembourg atau Malta di Uni Eropa, tidak mencerminkan solidaritas pada blok yang sedang mengalami persoalan ekonomi," sambungnya.

Lebih lanjut dia memuji langkah Komisi Eropa yang menjatuhkan hukungan kepada perusahaan raksasa teknologi Apple dengan denda sebesar 13 miliar euro atau setara 11 miliar pounds karena kerjasama penghindaran pembayaran pajak yang sebenarnya di Irlandia. Sementara Apple dan pemerintah Irlandia telah melayangkan kritik atas putusan tersebut dan menerangkan bakal melakukan banding.

Kern juga menerangkan bahwa Facebook dan Google membayar pajak yang tidak sebanding dengan pemasukan mereka di Austria. "Mereka secara besar-besaran menyedot volume iklan yang berasal dari ekonomi tetapi membayar pajak korporasi maupun tugas iklan seperti yang seharusnya di Austria," papar dia.

Selain Apple, Komisi Eropa juga telah melayangkan penyelidikan terkait pajak kepada Fiat, McDonald's, Starbucks dan Amazon.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Presiden Jokowi di KTT...
Presiden Jokowi di KTT ASEAN - Uni Eropa
Duta Besar Uni Eropa...
Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi Jadi Dosen Tamu di UKI
Berita Terkini
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
1 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
4 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
4 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
5 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
7 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
8 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved