HT: Strategi Pembangunan Ekonomi Harus Diubah
Senin, 05 September 2016 - 05:44 WIB
HT: Strategi Pembangunan Ekonomi Harus Diubah
A
A
A
SEMARANG - Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya dinikmati kalangan elit di kota-kota besar. Selama tidak mengubah strategi pembangunan ekonomi kesenjangan kesejahteraan akan terus melebar.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik 258 DPRt Partai Perindo se-Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (4/9/2016).
"Strategi pembangunan ekonomi Indonesia ke depan harus diubah. Harus ada keberpihakan kepada masyarakat menengah ke bawah," ujarnya.
Dia mengatakan, perlu perlakuan khusus agar masyarakat menengah-bawah bisa naik kelas. Mulai dari kemudahan akses dana murah, pelatihan hingga proteksi. "Membangun masyarakat yang tidak produktif menjadi produktif," katanya.
Selain pemerataan kesejahteraan masyarakat, harus terjadi pemerataan pembangunan antar daerah agar Indonesia bisa cepat menjadi negara maju. "Pembangunan daerah harus merata, sehingga masyarakat bisa bertumbuh dan ikut ambil bagian dalam membangun Indonesia," ujarnya.
Menurut HT, Indonesia perlu belajar dari negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan China yang telah melakukan pemerataan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan antar daerah sebelum menganut pasar bebas.
"Kalau kita melihat sejarah negara-negara maju, sekarang mereka menganut kapitalisme, pasar bebas karena masyarakatnya sudah siap. Tapi sebelumnya, mereka ratakan dulu kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah," terangnya.
Karena itulah, HT menyerukan kepada seluruh kader untuk membangun Partai Perindo menjadi partai yang besar, kokoh dan mengakar agar memenangkan Pemilu 2019. Sehingga, partai berlambang rajawali itu bisa memperjuangkan kemakmuran rakyat Indonesia.
"Mengubah Indonesia harus melalui kebijakan pusat dan daerah. Artinya Partai Perindo harus memenangkan Pemilu," tegas pria asal Jawa Timur itu.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik 258 DPRt Partai Perindo se-Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (4/9/2016).
"Strategi pembangunan ekonomi Indonesia ke depan harus diubah. Harus ada keberpihakan kepada masyarakat menengah ke bawah," ujarnya.
Dia mengatakan, perlu perlakuan khusus agar masyarakat menengah-bawah bisa naik kelas. Mulai dari kemudahan akses dana murah, pelatihan hingga proteksi. "Membangun masyarakat yang tidak produktif menjadi produktif," katanya.
Selain pemerataan kesejahteraan masyarakat, harus terjadi pemerataan pembangunan antar daerah agar Indonesia bisa cepat menjadi negara maju. "Pembangunan daerah harus merata, sehingga masyarakat bisa bertumbuh dan ikut ambil bagian dalam membangun Indonesia," ujarnya.
Menurut HT, Indonesia perlu belajar dari negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan China yang telah melakukan pemerataan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan antar daerah sebelum menganut pasar bebas.
"Kalau kita melihat sejarah negara-negara maju, sekarang mereka menganut kapitalisme, pasar bebas karena masyarakatnya sudah siap. Tapi sebelumnya, mereka ratakan dulu kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah," terangnya.
Karena itulah, HT menyerukan kepada seluruh kader untuk membangun Partai Perindo menjadi partai yang besar, kokoh dan mengakar agar memenangkan Pemilu 2019. Sehingga, partai berlambang rajawali itu bisa memperjuangkan kemakmuran rakyat Indonesia.
"Mengubah Indonesia harus melalui kebijakan pusat dan daerah. Artinya Partai Perindo harus memenangkan Pemilu," tegas pria asal Jawa Timur itu.
(dmd)
Lihat Juga :