60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:25 WIB
loading...
60 Negara Jadi Sasaran...
Ekonomi global kembali berada di ambang guncangan hebat. Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersiap meluncurkan gelombang tarif impor baru yang akan menghantam 60 negara mitra dagang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekonomi global kembali berada di ambang guncangan hebat. Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersiap meluncurkan gelombang tarif impor baru yang akan menghantam 60 negara mitra dagang dalam waktu dekat, tepat saat kebijakan tarif global sementara sebesar 10% yang diterapkan Presiden Donald Trump berakhir pada Jumat minggu ini.

Perwakilan Perdagangan AS (US Trade Envoy), Jamieson Greer mengonfirmasi, bahwa Washington sedang mematangkan langkah sanksi perdagangan baru yang menyasar negara-negara yang dinilai gagal mengatasi praktik kerja paksa (forced labor).

"Kami memperkirakan akan ada tindakan nyata dalam waktu dekat," ujar Greer seperti dikutip dari AFP saat ditanya mengenai tenggat waktu tarif baru tersebut.

Skema Tarif Baru 10% hingga 12,5%, Siapa Saja Targetnya?

Analis memproyeksikan bahwa tarif baru berbasis isu kerja paksa ini akan dipasang di kisaran 10% hingga 12,5% untuk menggantikan tarif global sementara yang kedaluwarsa minggu ini. Langkah agresif ini akan mencakup sebagian besar volume perdagangan luar negeri Amerika Serikat.

Baca Juga: AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%

Uni Eropa langsung bereaksi keras dan menyatakan bahwa penerapan tarif dengan dalih kerja paksa tersebut "sama sekali tidak berdasar" dan berisiko memicu perang tarif balasan.

Perang Dagang Trump: Dari Kanada hingga Brazil

Pengumuman tarif kerja paksa ini menjadi bagian dari strategi proteksionisme masif yang diluncurkan Gedung Putih dalam sepekan terakhir. Sektor obat-obatan generik menjadi salah satu bidikan, dimana Trump mengumumkan tarif sektor khusus sebesar 100% untuk impor obat generik yang berlaku mulai Agustus 2028, dan akan naik menjadi 200% pada 2029.



Namun demi memberi waktu bagi industri farmasi untuk memindahkan produksi (onshoring) ke dalam negeri, tarif obat generik dipangkas menjadi 0% hingga Agustus 2026. Lalu ada Kanada yang terancam terkena tarif 50%, saat Washington mengancam akan mengenakan tarif tersebut pada produk mobil, alkohol, dan keju Kanada mulai bulan depan. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan pihaknya sedang mempertimbangkan "semua opsi" balasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Rekomendasi
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved