Misi Jokowi Ajak Presiden Filipina Blusukan ke Tanah Abang
Jum'at, 09 September 2016 - 16:19 WIB
Misi Jokowi Ajak Presiden Filipina Blusukan ke Tanah Abang
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengutarakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki misi tersendiri mengajak Presiden Filipina Rodrigo Duterte blusukan ke Pusat Grosir Tanah Abang. Menurutnya Mantan Gubernur DKI Jakarta ini ingin menunjukkan langsung salah satu pusat grosir terkenal di Asia Tenggara ada di Indonesia.
"Ini pusat grosir yang tidak hanya di Indonesia, tetapi di berbagai negara sudah mengenal pasar Tanah Abang. Jadi kita ajak, dan karena beliau juga orang yang mau melihat sesuatu yang kaitannya dengan masyarakat gitu," katanya di Blok A Tanah Abang, Jakarta, Jumat (9/9/2016).
(Baca Juga: Jokowi dan Duterte Blusukan ke Tanah Abang)
Menurutnya, blusukan yang dilakukan Jokowi bersama Duterte tidak jauh berbeda dengan blusukan yang pernah dilakukan Jokowi dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull sebelumnya. Pola ini digunakan kembali, lantaran melihat respon PM Australia sebelumnya sangat baik.
"Perdana Menteri Australia itu berkesan sekali. Jadi pada waktu kita bilateral, beliau berulangkali. Dia bilang buat dia ini sesuatu yang tidak akan pernah lupa di dalam hidup dia. Bahwa mereka diterima oleh bapak presiden disini," imbuh dia.
Selain itu, sambung mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini, Presiden Jokowi juga berniat mempromosikan produk-produk UKM di Indonesia. Diharapkan, cara seperti ini akan dapat meningkatkan hubungan dagang antara kedua negara tersebut.
Apalagi, sampai saat ini perdagangan Indonesia dan Filipina hanya sebatas pada beberapa komoditas seperti Crude Palm Oil (CPO) ataupun tambang.
" Ya bagaimana kita menjual adalah dengan menunjukkan dan promosi seperti ini. Kemudian itu akan inspiring. Sampai sekarang sih neraca perdagangan kita dengan Filipina positif. Lebih banyak kita. Tetapi lebih ke CPO, coal. Kita sekarang harus mendiversifikasi dengan produk lain," imbuh dia.
Nantinya, hasil blusukan tersebut akan ditindaklanjuti dalam pertemuan bilateral Indonesia dan Filipina yang akan dilakukan sore ini. "Dia mau meningkatkan hubungan. Tidak direct, biar dia melihat dulu. Nanti pada waktu pertemuan bilateral kita akan mengeksplor lebih jauh. Jadi kita melihat di sektor riil. Kalau mall kan sesuatu yang biasa. Every country have it," tandasnya.
"Ini pusat grosir yang tidak hanya di Indonesia, tetapi di berbagai negara sudah mengenal pasar Tanah Abang. Jadi kita ajak, dan karena beliau juga orang yang mau melihat sesuatu yang kaitannya dengan masyarakat gitu," katanya di Blok A Tanah Abang, Jakarta, Jumat (9/9/2016).
(Baca Juga: Jokowi dan Duterte Blusukan ke Tanah Abang)
Menurutnya, blusukan yang dilakukan Jokowi bersama Duterte tidak jauh berbeda dengan blusukan yang pernah dilakukan Jokowi dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull sebelumnya. Pola ini digunakan kembali, lantaran melihat respon PM Australia sebelumnya sangat baik.
"Perdana Menteri Australia itu berkesan sekali. Jadi pada waktu kita bilateral, beliau berulangkali. Dia bilang buat dia ini sesuatu yang tidak akan pernah lupa di dalam hidup dia. Bahwa mereka diterima oleh bapak presiden disini," imbuh dia.
Selain itu, sambung mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini, Presiden Jokowi juga berniat mempromosikan produk-produk UKM di Indonesia. Diharapkan, cara seperti ini akan dapat meningkatkan hubungan dagang antara kedua negara tersebut.
Apalagi, sampai saat ini perdagangan Indonesia dan Filipina hanya sebatas pada beberapa komoditas seperti Crude Palm Oil (CPO) ataupun tambang.
" Ya bagaimana kita menjual adalah dengan menunjukkan dan promosi seperti ini. Kemudian itu akan inspiring. Sampai sekarang sih neraca perdagangan kita dengan Filipina positif. Lebih banyak kita. Tetapi lebih ke CPO, coal. Kita sekarang harus mendiversifikasi dengan produk lain," imbuh dia.
Nantinya, hasil blusukan tersebut akan ditindaklanjuti dalam pertemuan bilateral Indonesia dan Filipina yang akan dilakukan sore ini. "Dia mau meningkatkan hubungan. Tidak direct, biar dia melihat dulu. Nanti pada waktu pertemuan bilateral kita akan mengeksplor lebih jauh. Jadi kita melihat di sektor riil. Kalau mall kan sesuatu yang biasa. Every country have it," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :