Rupiah Dibuka Tak Berdaya, USD Tergelincir

Selasa, 13 September 2016 - 10:37 WIB
Rupiah Dibuka Tak Berdaya,...
Rupiah Dibuka Tak Berdaya, USD Tergelincir
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka tidak berdaya usai libur panjang, dengan mendekati kisaran level Rp13.100/USD. Pelemahan mata uang Garuda terjadi saat USD bergerak bertahan di tengah spekulasi kenaikan suku bunga acuan atau Fed rate.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka melemah di level Rp13.151/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di akhir pekan pada level Rp13.089/USD.

Menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini, rupiah berada pada level Rp13.181/USD atau merosot dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.108/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran harian Rp13.130-Rp13.186/USD.

Pelemahan rupiah juga terlihat pada data Sindonews yang bersumber dari limas dengan mengawali hari di posisi Rp13.160/USD. Rupiah terlihat makin terpuruk dibandingkan akhir pekan kemarin sebelum libur panjang di posisi Rp13.080/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah sesi pagi dibuka berada di level Rp13.097/USD dengan kisaran harian Rp13.097-Rp13.190/USD atau turun tipis dari posisi sebelumnya di level Rp13.096/USD.

Dilansir Reuters, Selasa (13/9/2016) USD terlihat defensif di tengah spekulasi kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed rate, ketika komentar dovish para pembuat kebijakan The Fed meredam isu kenaikan pada September. Investor ragu suku bunga akan naik pekan depan setelah mendengar pernyataan Federal Reserve Gubernur Lael Brainard.

Hal itu mendorong indeks USD tergelincir ke level 95.10 dari sekitar sebelumny 95.35 pada akhir pekan. Sementara melawan yen, posisi USD meluncur ke level 101.72 atau masih di bawah tekanan.

Yen terlihat terus meningkat sepanjang tahun ini saat investor bersikap skeptis terhadap stimulus besar-besaran yang dilakukan Bank of Japan (BoJ) selama tiga tahun terakhir akan berdampak meningkatnya inflasi Jepang.

Di sisi lain euro mengalami sedikt perubahan terhadap USD ke level 1.1238. Poundsterling juga kokoh pada posisi 1.3333 terhadap USD atau naik dibandingkan akhir pekan lalu di level 1.3270.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Berpeluang Perkasa Saat Dolar AS Mengalami Tekanan
Berita Terkini
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
13 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
41 menit yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
50 menit yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
1 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
1 jam yang lalu
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
1 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved