IHSG Anjlok 79,41 Poin, Rupiah Sesi I Terperosok
Rabu, 14 September 2016 - 12:31 WIB
IHSG Anjlok 79,41 Poin, Rupiah Sesi I Terperosok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang hari ini terpuruk semakin dalam, untuk tetap bertahan di zona merah sejak pembukaan tadi pagi. Pelemahan mata uang Garuda ini seiring dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 79,41 poin.
(Baca Juga: IHSG Dibuka Memerah Iringi Pelemahan Bursa Jepang)
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance, hingga sesi I ada di level Rp13.230/USD dengan kisaran harian Rp13.163-Rp13,232/USD. Posisi ini semakin melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.160/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.228/USD. Rupiah semakin memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.151/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang berada pada posisi Rp13.239/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.168/USD dengan kisaran harian Rp13.170-Rp13.243/USD.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini juga anjlok mencapai 79,41 poin atau setara dengan 1,52% ke level 5.136,15. Pada sesi pagi, bursa saham Tanah Air dibuka kehilangan 45,63 poin atau 0,87% ke level 5.169,93 dan pada perdagangan kemarin menyusut 66,35 poin atau 1,26% ke level 5.215,57.
Sektor saham dalam negeri tercatat melemah tidak terkecuali. Sektor pertambangan yang paling mengalami tekanan dengan penurunan 2,68% diikuti kejatuhan sektor properti sebesar 2,07%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,32 triliun dengan 3,70 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp534,5 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,63 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp1,10 triliun. Tercatat 49 saham menguat, 269 saham melemah dan 53 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Blue Bird Tbk. (BIRD), PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce T (SCCO) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM). Sedangkan saham yang yang melemah di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Polaris Investama Tbk (PLAS) serta PT Astra International Tbk. (ASII).
(Baca Juga: IHSG Dibuka Memerah Iringi Pelemahan Bursa Jepang)
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance, hingga sesi I ada di level Rp13.230/USD dengan kisaran harian Rp13.163-Rp13,232/USD. Posisi ini semakin melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.160/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.228/USD. Rupiah semakin memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.151/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang berada pada posisi Rp13.239/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.168/USD dengan kisaran harian Rp13.170-Rp13.243/USD.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini juga anjlok mencapai 79,41 poin atau setara dengan 1,52% ke level 5.136,15. Pada sesi pagi, bursa saham Tanah Air dibuka kehilangan 45,63 poin atau 0,87% ke level 5.169,93 dan pada perdagangan kemarin menyusut 66,35 poin atau 1,26% ke level 5.215,57.
Sektor saham dalam negeri tercatat melemah tidak terkecuali. Sektor pertambangan yang paling mengalami tekanan dengan penurunan 2,68% diikuti kejatuhan sektor properti sebesar 2,07%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,32 triliun dengan 3,70 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp534,5 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,63 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp1,10 triliun. Tercatat 49 saham menguat, 269 saham melemah dan 53 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Blue Bird Tbk. (BIRD), PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce T (SCCO) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM). Sedangkan saham yang yang melemah di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Polaris Investama Tbk (PLAS) serta PT Astra International Tbk. (ASII).
(akr)
Lihat Juga :