Bos BTN Jadi Dosen Tamu di ITB Bangkitkan Semangat Mahasiswa
Rabu, 14 September 2016 - 19:51 WIB
Bos BTN Jadi Dosen Tamu di ITB Bangkitkan Semangat Mahasiswa
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Maryono hari ini menjadi dosen tamu di Intitut Teknologi Bandung (ITB), tema kuliah umum yang dibawakan adalah "Encouraging To Be The Best Leader In Talent War Era".
"Saat saya diberi amanah menjadi Direktur Utama Bank Century pada saat krisis banyak mendapatkan tantangan antara lain tekanan politik dan ekonomi. Ini sangat berat tetapi saya harus bisa mengatasinya," kata dia, Rabu, (14/9/2016).
Menurutnya, dahulu dirinya bercita-cita menjadi dokter, namun seiring perjalanan waktu dan nasihat orang tua agar menuntut ilmu setinggi langit akhirnya takdir membawa pria kelahiran Rembang, 16 September tersebut menjadi bankir.
Karier menjadi bankir diawali dengan bekerja di Bank Bapindo, setelah itu ikut terjun ke dalam Bank Mandiri, kemudian pada saat krisis dia dipercaya dan ditugaskan untuk menjadi Dirut Bank Century dan kemudian pada 2012 diberikan kepercayaan untuk menjadi Dirut Bank BTN.
"Di Bank BTN saya juga membenahi NPL yang saat ini tergolong tinggi. Namun, saat ini NPL terus turun dan kinerja BTN semakin meningkat. Pada 2018 kami targetkan aset BTN bisa mencapai Rp700 triliun," tegasnya.
Acara yang diikuti lebih dari 500 mahasiswa ITB berbagai jurusan ini, Maryono menambahkan, karier untuk menjadi seorang pemimpin itu dipengaruhi dari kegiatan organisasi dan keluarga.
"Organisasi merupakan pembelajaran yang efektif yang kita peroleh di luar bangku kuliah. Dalam organisasi ditempa jiwa kepemimpinan. Dalam sebuah pekerjaaan kita tidak bisa bekerja sendiri, namun saling ketergantungan antara elemen atau divisi yang ada sehingga akan membuat segalanya menjadi sukses," paparnya.
Selain menjadi dosen tamu, pada kesempatan yang sama juga ditandatangani perjanjian kerja sama antara Bank BTN dan ITB mengenai pembayaran uang kuliah secara online.
Dengan kerja sama ini mahasiswa ITB bisa melakukan pembayaran uang kuliah secara online real time melalui ATM ataupun phone banking dan transaksi di seluruh kantor layanan BTN.
"Saat saya diberi amanah menjadi Direktur Utama Bank Century pada saat krisis banyak mendapatkan tantangan antara lain tekanan politik dan ekonomi. Ini sangat berat tetapi saya harus bisa mengatasinya," kata dia, Rabu, (14/9/2016).
Menurutnya, dahulu dirinya bercita-cita menjadi dokter, namun seiring perjalanan waktu dan nasihat orang tua agar menuntut ilmu setinggi langit akhirnya takdir membawa pria kelahiran Rembang, 16 September tersebut menjadi bankir.
Karier menjadi bankir diawali dengan bekerja di Bank Bapindo, setelah itu ikut terjun ke dalam Bank Mandiri, kemudian pada saat krisis dia dipercaya dan ditugaskan untuk menjadi Dirut Bank Century dan kemudian pada 2012 diberikan kepercayaan untuk menjadi Dirut Bank BTN.
"Di Bank BTN saya juga membenahi NPL yang saat ini tergolong tinggi. Namun, saat ini NPL terus turun dan kinerja BTN semakin meningkat. Pada 2018 kami targetkan aset BTN bisa mencapai Rp700 triliun," tegasnya.
Acara yang diikuti lebih dari 500 mahasiswa ITB berbagai jurusan ini, Maryono menambahkan, karier untuk menjadi seorang pemimpin itu dipengaruhi dari kegiatan organisasi dan keluarga.
"Organisasi merupakan pembelajaran yang efektif yang kita peroleh di luar bangku kuliah. Dalam organisasi ditempa jiwa kepemimpinan. Dalam sebuah pekerjaaan kita tidak bisa bekerja sendiri, namun saling ketergantungan antara elemen atau divisi yang ada sehingga akan membuat segalanya menjadi sukses," paparnya.
Selain menjadi dosen tamu, pada kesempatan yang sama juga ditandatangani perjanjian kerja sama antara Bank BTN dan ITB mengenai pembayaran uang kuliah secara online.
Dengan kerja sama ini mahasiswa ITB bisa melakukan pembayaran uang kuliah secara online real time melalui ATM ataupun phone banking dan transaksi di seluruh kantor layanan BTN.
(izz)
Lihat Juga :