BI: Inflasi 2018 Mengarah ke Angka 3,5%

Selasa, 27 September 2016 - 01:24 WIB
BI: Inflasi 2018 Mengarah...
BI: Inflasi 2018 Mengarah ke Angka 3,5%
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi secara umum inflasi pada 2018 mengarah ke angka 3,5% plus minus 1%. Sementara, pada 2016 BI mencermati inflasi masih berada di angka 4% plus minus 1%.

"Dari kajian Agustus, kami melakukan koordinasi untuk pengendalian tim inflasi. BI melihat ada beberapa yang perlu ditindaklanjuti antara lain terkait beberapa daerah, di mana ada tekanan dari biaya angkutan udara," ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta, Senin (26/9/2016).

Pasalnya, lanjut dia, di beberapa daerah masih terdapat jumlah penerbangan yang terbatas pada saat hari besar atau hari keagamaan. Sehingga, menyebabkan harga naik dan dapat menekan inflasi.

"Makanya, ini tentu kita harapkan dalam koordinasi BI, pemerintah dan pemerintah daerah (Pemda) bisa diperbaiki," ungkapnya.

Sementara, terkait dengan pertemuan koordinasi dengan pemerintah, diharapkan daerah-daerah tersebut dapat mempersiapkan dana operasi pasar (OP). Pasalnya, menurut Agus, belum semua daerah menyiapkan suatu dana mekanisme untuk operasi pasar yang biasa digunakan untuk menekan harga kebutuhan pangan saat perayaan hari keagamaan tiba.

"Tentu ada hukumnya mesti disiapkan, diberikan dana, lalu diberikan tata kelola atau governance yang baik. Kemudian dilakukan kegiatan OP, sehingga kita harapkan lebih baik di 2017," jelas Agus.

Dengan demikian, kebijakan pelonggaran yang dilakukan BI dalam rangka meng-address pelemahan ekonomi dan ditopang dengan rendahnya inflasi masih dapat terjaga.

Sementara, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menuturkan, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2017 lebih baik dibanding 2016. Di mana range pertumbuhan ekonomi akan berada di angka 5,1%-5,5%.

"Hingga kuartal II, kita sudah lihat ada recovery. Perbaikan harga komodiats tambang dan perkebunan menolong pertumbuhan ekonomi di Sumatera dibanding kuartal 1-3 tahun lalu," jelas dia.

Di pulau Jawa, juga sudah ada perbaikan ekonomi lantaran stabilitas kurs nilai tukar. "Jadi, kalau kami sampaikan ada pelemahan ekonomi global dan ekonomi Indonesia belum kuat tapi bukan trend menurun. Tapi memang kami ingin recovery ini bisa lebih cepat, maka BI bantu dengan lakukan pelonggaran moneter," ungkap Mirza.

Secara umum, BI melihat fundamental ekonomi nasional cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan inflasi yang masih dalam sasaran 4% plus minus 1%, Current Account Defisit (CAD/neraca transaksi berjalan) sebesar 2,4% dari PDB, serta nilai tukar rupiah yang stabil dan positif sejak awal tahun.

"Kita melihat CAD sekarang di kuartal III itu diperkirakan sedikit lebih besar defisitnya dibanding sebelumnya. Sebelumnya kita perkirakan 2,3% dari PDB, kalau sekarang 2,4% dari PDB," ujarnya.

Meski demikian, diperkirakan neraca transaksi berjalan di akhir 2016 nanti akan berada pada angka 2,2% dari PDB. BI juga memandang positif paket kebijakan ekonomi yang dirilis pemerintah dan kebijakan amnesti pajak yang mendapat sentimen positif bagi pasar.

Ke depan, BI akan terus berkoordinasi bersama pemerintah menyiapkan langkah kebijakan agar implementasi UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dapat berdampak optimal bagi perekonomian nasional.

Pihaknya berharap perubahan suku bunga kebijakan dari BI rate menjadi 7-Day Repo Rate bisa mempercepat transmisi kebijakan moneter sehingga mendorong laju pertumbuhan kredit lebih cepat di tahun ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
18 menit yang lalu
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
1 jam yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
1 jam yang lalu
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
3 jam yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
4 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved