Bursa Asia Mayoritas Reli, IHSG Berakhir Ikut Menguat
Kamis, 29 September 2016 - 16:36 WIB
Bursa Asia Mayoritas Reli, IHSG Berakhir Ikut Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup kembali naik tipis setelah pada pembukaan tadi pagi menguat. IHSG ditutup naik 6,62 poin atau 0,12% ke level 5.431,96 pada saat bursa saham Asia mayoritas menghijau.
Sementara, pada pembukaan tadi pagi IHSG naik 17,29 poin atau 0,32% ke level 5.442,63, dan pada sesi I naik 42,06 poin atau 0,78% ke level 5.467,40. Sedangkan pada perdagangan kemarin ditutup naik 17,29 poin atau 0,32% ke level 5.442,63.
Seperti dilansir dari CNBC, Kamis (29/9/2016), sebagian besar pasar Asia pada hri ini ditutup lebih tinggi setelah harga minyak dunia naik di tengah laporan tentang pemotongan produksi minyak. Namun, saham India turun setelah laporan bahwa tentara India melakukan serangan terhadap militan di wilayah Kashmir.
Indeks Nifty 50 turun 1,31% dan rupee India turun dari tingkat terendah di level 66,3175 terhadap USD di level 66,9450 akibat adanya berita atas serangan tersebut.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup naik 58,95 poin atau 1,09% ke level 5.471,30, dengan sektor energi menguat 6,32% dan sektor material naik 2,84%.
Dolar Australia, yang dipengaruhi oleh gerakan harga minyak, naik ke level 0,7650 mendekati sesi semalam sampai setinggi 0,7710 atau Kamis pagi waktu setempat.
Stephen Innes, pelaku pasar senior di Oanda, mengatakan bahwa sementara bouncing komoditas membantu mendorong dolar Aussie lebih tinggi, sentimen juga didukung oleh konsensus yang berkembang bahwa Reserve Bank of Australia akan tetap ditahan di masa mendatang.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 228,31 poin atau 1,39% ke level 16.693,71. Sementara, indeks Topix naik 12,48 poin atau 0,94% ke level 1.343,25, dan Indeks Kospi menguat 15,66 poin atau 0,76% ke level 2.068,72.
Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan hampir flat di level 23.638,77 pada perdagangan sore, setelah menghapus sebagian besar keuntungan sebelumnya. Pasar daratan China yang lebih tinggi, dengan penutupan komposit Shanghai naik 10,37 poin atau 0,35% ke level 2.998,23, dan komposit Shenzhen bertambah 7,62 poin atau 0,38% ke level 1.985,92.
Sementara, mayoritas sektor saham di dalam negeri berakhir terapresiasi. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 1,98% dan sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang turun 1,21%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp8,58 triliun dengan 8,85 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp937,96 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,38 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp3,32 triliun. Tercatat 202 saham menguat, 125 saham melemah dan 93 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Hexindo Pratama Tbk (HEXA) naik Rp390 menjadi Rp4.010, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp100 menjadi Rp6.550, dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) naik Rp100 menjadi Rp2.170.
Selain itu, beberapa saham yang mengalami pelemahan di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp1.100 menjadi Rp62.500, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp750 menjadi Rp7.100, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp60 menjadi Rp1.820.
Sementara, pada pembukaan tadi pagi IHSG naik 17,29 poin atau 0,32% ke level 5.442,63, dan pada sesi I naik 42,06 poin atau 0,78% ke level 5.467,40. Sedangkan pada perdagangan kemarin ditutup naik 17,29 poin atau 0,32% ke level 5.442,63.
Seperti dilansir dari CNBC, Kamis (29/9/2016), sebagian besar pasar Asia pada hri ini ditutup lebih tinggi setelah harga minyak dunia naik di tengah laporan tentang pemotongan produksi minyak. Namun, saham India turun setelah laporan bahwa tentara India melakukan serangan terhadap militan di wilayah Kashmir.
Indeks Nifty 50 turun 1,31% dan rupee India turun dari tingkat terendah di level 66,3175 terhadap USD di level 66,9450 akibat adanya berita atas serangan tersebut.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup naik 58,95 poin atau 1,09% ke level 5.471,30, dengan sektor energi menguat 6,32% dan sektor material naik 2,84%.
Dolar Australia, yang dipengaruhi oleh gerakan harga minyak, naik ke level 0,7650 mendekati sesi semalam sampai setinggi 0,7710 atau Kamis pagi waktu setempat.
Stephen Innes, pelaku pasar senior di Oanda, mengatakan bahwa sementara bouncing komoditas membantu mendorong dolar Aussie lebih tinggi, sentimen juga didukung oleh konsensus yang berkembang bahwa Reserve Bank of Australia akan tetap ditahan di masa mendatang.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 228,31 poin atau 1,39% ke level 16.693,71. Sementara, indeks Topix naik 12,48 poin atau 0,94% ke level 1.343,25, dan Indeks Kospi menguat 15,66 poin atau 0,76% ke level 2.068,72.
Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan hampir flat di level 23.638,77 pada perdagangan sore, setelah menghapus sebagian besar keuntungan sebelumnya. Pasar daratan China yang lebih tinggi, dengan penutupan komposit Shanghai naik 10,37 poin atau 0,35% ke level 2.998,23, dan komposit Shenzhen bertambah 7,62 poin atau 0,38% ke level 1.985,92.
Sementara, mayoritas sektor saham di dalam negeri berakhir terapresiasi. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 1,98% dan sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang turun 1,21%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp8,58 triliun dengan 8,85 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp937,96 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,38 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp3,32 triliun. Tercatat 202 saham menguat, 125 saham melemah dan 93 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Hexindo Pratama Tbk (HEXA) naik Rp390 menjadi Rp4.010, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp100 menjadi Rp6.550, dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) naik Rp100 menjadi Rp2.170.
Selain itu, beberapa saham yang mengalami pelemahan di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp1.100 menjadi Rp62.500, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp750 menjadi Rp7.100, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp60 menjadi Rp1.820.
(izz)
Lihat Juga :