Yen Lunglai, Rupiah Sore Ini Ditutup Terpeleset 28 Poin
Kamis, 29 September 2016 - 17:00 WIB
Yen Lunglai, Rupiah Sore Ini Ditutup Terpeleset 28 Poin
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup anjlok atau melemah. Kondisi rupiah sore ini terjadi saat yen melemah terhadap USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp12.977/USD. Level ini tercatat makin melemah hingga 28 poin dari posisi kemarin yang berada di level Rp12.949/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp12.972/USD atau berkurang 15 poin dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp12.957/USD dengan kisaran harian Rp12.933-Rp13.005/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp12.970/USD atau melemah 25 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.945/USD dengan kisaran harian Rp12.924-Rp12.980/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp12.952/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin di level Rp12.926/USD.
Dilansir Reuters, Kamis (29/9/2016) USD terhadap yen naik 1% untuk memukul posisi tinggi dalam delapan hari karena investor pindah ke aset berisiko, menyusul kesepakatan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memangkas produksi minyak.
OPEC mengatakan, akan mengurangi produksi ke kisaran 32,5 juta sampai 33,0 juta barel per hari, atau mengalami pengurangan sekitar 0,7-2,2% dan menjadi kesepakatan pertama sejak 2008.
Mata uang dari negara-negara pengekspor minyak seperti Kanada dan Norwegia melonjak setelah kesepakatan akhir kemarin. Namun, sedikit turun pada hari ini, karena pasar tumbuh lebih skeptis tentang bagaimana OPEC akan mengimplementasikan penurunan.
USD terhadap yen melonjak 1,1% menjadi 101,75 atau terkuat sejak 21 September. "Segala sesuatu yang Anda lihat hari ini adalah respons terhadap langkah minyak mentah dan koordinasi yang mungkin diperlukan untuk OPEC," kata BMO Capital Markets, Stephen Gallo di London.
Dolar Australia juga mencapai posisi tertinggi dalam tiga pekan terhadap USD ke level 0,7711. Euro sedikit berubah terhadap USD ke level 1,1224, karena investor menunggu data inflasi Jerman.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp12.977/USD. Level ini tercatat makin melemah hingga 28 poin dari posisi kemarin yang berada di level Rp12.949/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp12.972/USD atau berkurang 15 poin dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp12.957/USD dengan kisaran harian Rp12.933-Rp13.005/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp12.970/USD atau melemah 25 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.945/USD dengan kisaran harian Rp12.924-Rp12.980/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp12.952/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin di level Rp12.926/USD.
Dilansir Reuters, Kamis (29/9/2016) USD terhadap yen naik 1% untuk memukul posisi tinggi dalam delapan hari karena investor pindah ke aset berisiko, menyusul kesepakatan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memangkas produksi minyak.
OPEC mengatakan, akan mengurangi produksi ke kisaran 32,5 juta sampai 33,0 juta barel per hari, atau mengalami pengurangan sekitar 0,7-2,2% dan menjadi kesepakatan pertama sejak 2008.
Mata uang dari negara-negara pengekspor minyak seperti Kanada dan Norwegia melonjak setelah kesepakatan akhir kemarin. Namun, sedikit turun pada hari ini, karena pasar tumbuh lebih skeptis tentang bagaimana OPEC akan mengimplementasikan penurunan.
USD terhadap yen melonjak 1,1% menjadi 101,75 atau terkuat sejak 21 September. "Segala sesuatu yang Anda lihat hari ini adalah respons terhadap langkah minyak mentah dan koordinasi yang mungkin diperlukan untuk OPEC," kata BMO Capital Markets, Stephen Gallo di London.
Dolar Australia juga mencapai posisi tertinggi dalam tiga pekan terhadap USD ke level 0,7711. Euro sedikit berubah terhadap USD ke level 1,1224, karena investor menunggu data inflasi Jerman.
(izz)