Ekonom Ramal Inflasi Akhir Tahun di Kisaran 3%
Senin, 03 Oktober 2016 - 22:24 WIB
Ekonom Ramal Inflasi Akhir Tahun di Kisaran 3%
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan inflasi hingga akhir tahun berada di level 3%. Konsumsi masyarakat pada September 2016 cenderung masih rendah dikonfirmasi oleh inflasi inti yang cenderung melambat.
Inflasi inti pada September tercatat 3,21% dan periode yang sama tahun lalu inflasi inti berkisar 5,07%. "Meskipun beberapa komponen inflasi inti cenderung meningkat pada bulan lalu seperti biaya sewa rumah, biaya pendidikan dan harga emas, namun karena daya beli masyarakat yang masih rendah sehingga inflasi inti cenderung terus melambat dari awal tahun," kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/10/2016).
Hal tersebut mengindikasikan daya beli masyarakat masih belum membaik dan diperkuat juga dengan beberapa leading indicator seperti penjualan ritel, indeks kepercayaan konsumen dan penjualan durable goods.
Hal ini juga menandakan bahwa tren suku bunga rendah belum efektif memicu permintaan. "Karena masih terkontraksinya sektor tersebut dan perkebunan padahal kedua sektor tersebut cukup dominan mendorong perputaran uang di Indonesia pada masa commodity boom yang dialami dari tahun 2000-2008," tutur dia.
Secara YTD, inflasi hingga september 2016 mencapai 1,97%, turun dibanding periode September 2015 yang mencapai 2,24%. Inflasi hingga akhir tahun diperkirakan berada di kisaran 3% meskipun tren inflasi cenderung naik pada akhir tahun karena faktor Natal dan tahun baru.
Selain itu, fenomena La Nina yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober-November juga cenderung diantisipasi pemerintah dengan merelaksasi kebijakan impor untuk beberapa komoditas pangan.
"Inflasi rendah hingga akhir tahun didukung oleh rencana pemerintah untuk melakukan adjustment harga premium," katanya.
Sehingga, inflasi headline diperkirakan berada di kisaran 3% atau sedikit di bawah 3% pada akhir tahun ini. Meskipun ekspektasi inflasi tahun ini cukup rendah apalagi dengan rencana pemerintah menurunkan harga BBM RON 88.
"Namun, saya pikir BI akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah khususnya terkait rencana pemerintah untuk penyesuaian tarif listrik per 1 Januari 2017. Di mana, berdasarkan RAPBN 2017 subsidi listrik akan dipangkas sebesar 18%," papar dia.
Jika rencana kenaikan listrik tersebut dikonfirmasi pemerintah, maka inflasi 2017 berpotensi meningkat menjadi sekitar 4%-4,5%. Sehingga, ekspektasi kenaikan inflasi tersebut juga akan menyebabkan peluang BI menurunkan BI 7RR menjadi cukup kecil atau dengan perkataan lain BI 7RR akan dipertahankan di level 5% hingga akhir tahun ini.
Inflasi inti pada September tercatat 3,21% dan periode yang sama tahun lalu inflasi inti berkisar 5,07%. "Meskipun beberapa komponen inflasi inti cenderung meningkat pada bulan lalu seperti biaya sewa rumah, biaya pendidikan dan harga emas, namun karena daya beli masyarakat yang masih rendah sehingga inflasi inti cenderung terus melambat dari awal tahun," kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/10/2016).
Hal tersebut mengindikasikan daya beli masyarakat masih belum membaik dan diperkuat juga dengan beberapa leading indicator seperti penjualan ritel, indeks kepercayaan konsumen dan penjualan durable goods.
Hal ini juga menandakan bahwa tren suku bunga rendah belum efektif memicu permintaan. "Karena masih terkontraksinya sektor tersebut dan perkebunan padahal kedua sektor tersebut cukup dominan mendorong perputaran uang di Indonesia pada masa commodity boom yang dialami dari tahun 2000-2008," tutur dia.
Secara YTD, inflasi hingga september 2016 mencapai 1,97%, turun dibanding periode September 2015 yang mencapai 2,24%. Inflasi hingga akhir tahun diperkirakan berada di kisaran 3% meskipun tren inflasi cenderung naik pada akhir tahun karena faktor Natal dan tahun baru.
Selain itu, fenomena La Nina yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober-November juga cenderung diantisipasi pemerintah dengan merelaksasi kebijakan impor untuk beberapa komoditas pangan.
"Inflasi rendah hingga akhir tahun didukung oleh rencana pemerintah untuk melakukan adjustment harga premium," katanya.
Sehingga, inflasi headline diperkirakan berada di kisaran 3% atau sedikit di bawah 3% pada akhir tahun ini. Meskipun ekspektasi inflasi tahun ini cukup rendah apalagi dengan rencana pemerintah menurunkan harga BBM RON 88.
"Namun, saya pikir BI akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah khususnya terkait rencana pemerintah untuk penyesuaian tarif listrik per 1 Januari 2017. Di mana, berdasarkan RAPBN 2017 subsidi listrik akan dipangkas sebesar 18%," papar dia.
Jika rencana kenaikan listrik tersebut dikonfirmasi pemerintah, maka inflasi 2017 berpotensi meningkat menjadi sekitar 4%-4,5%. Sehingga, ekspektasi kenaikan inflasi tersebut juga akan menyebabkan peluang BI menurunkan BI 7RR menjadi cukup kecil atau dengan perkataan lain BI 7RR akan dipertahankan di level 5% hingga akhir tahun ini.
(izz)
Lihat Juga :