Menko Darmin: RI Berhasil Keluar dari Pusaran Ekonomi Global
Selasa, 25 Oktober 2016 - 12:00 WIB
Menko Darmin: RI Berhasil Keluar dari Pusaran Ekonomi Global
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengklaim bahwa berbagai kebijakan yang dikeluarkan selama dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) telah membuahkan hasil. Saat ini, menurutnya Indonesia telah mampu keluar dari pusaran perlambatan ekonomi global.
Dia memaparkan, tiga hingga lima tahun terakhir kondisi perekonomian global benar-benar dalam kondisi yang tidak sehat. Melihat kondisi tersebut, Darmin mengatakan banyak negara maju yang mengeluarkan kebijakan tidak lumrah dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara berkembang.
"Kebijakan yang tidak lumrah itu bisa menolong bagi negara tertentu yang lebih dulu menjalankan kebijakan itu dan bisa merugikan atau tidak menolong banyak negara lain," katanya dalam konferensi pers Dua Tahun Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (25/10/2016).
Lanjut dia menerangkan, banyak negara yang terpengaruh pada perkembangan yang terjadi di perekonomian global tersebut. Sehingga setiap negara harus mengambil langkah yang tepat sehingga tidak terseret terlalu jauh pada perlambatan ekonomi dunia.
"Tapi pasti tidak semua bisa berhasil untuk mencari jalan agar tidak ditarik oleh putaran yang sedang terjadi," imbuh dia.
Di ASEAN, sambung mantan Dirjen Pajak ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak terseret terlalu dalam pada pusaran perlambatan ekonomi dunia, selain Filipina dan Vietnam. Bahkan, perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik dibanding dengan Brazil, Rusia, Afrika Selatan, ataupun Turki.
"Bahkan kalau Rusia dan Brazil itu benar-benar sudah masuk ke area negatif pertumbuhannya, dan Afrika Selatan sudah d iambang kesulitan yang lebih besar dari sekadar perlambatan. Turki memang kebetulan juga ada persoalan politik sehingga kesulitan agak susah dibanding negara lain," tandasnya.
Dia memaparkan, tiga hingga lima tahun terakhir kondisi perekonomian global benar-benar dalam kondisi yang tidak sehat. Melihat kondisi tersebut, Darmin mengatakan banyak negara maju yang mengeluarkan kebijakan tidak lumrah dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara berkembang.
"Kebijakan yang tidak lumrah itu bisa menolong bagi negara tertentu yang lebih dulu menjalankan kebijakan itu dan bisa merugikan atau tidak menolong banyak negara lain," katanya dalam konferensi pers Dua Tahun Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (25/10/2016).
Lanjut dia menerangkan, banyak negara yang terpengaruh pada perkembangan yang terjadi di perekonomian global tersebut. Sehingga setiap negara harus mengambil langkah yang tepat sehingga tidak terseret terlalu jauh pada perlambatan ekonomi dunia.
"Tapi pasti tidak semua bisa berhasil untuk mencari jalan agar tidak ditarik oleh putaran yang sedang terjadi," imbuh dia.
Di ASEAN, sambung mantan Dirjen Pajak ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak terseret terlalu dalam pada pusaran perlambatan ekonomi dunia, selain Filipina dan Vietnam. Bahkan, perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik dibanding dengan Brazil, Rusia, Afrika Selatan, ataupun Turki.
"Bahkan kalau Rusia dan Brazil itu benar-benar sudah masuk ke area negatif pertumbuhannya, dan Afrika Selatan sudah d iambang kesulitan yang lebih besar dari sekadar perlambatan. Turki memang kebetulan juga ada persoalan politik sehingga kesulitan agak susah dibanding negara lain," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :