Reformasi Struktural Dinilai Angkat Peringkat Kemudahan Bisnis RI

Rabu, 26 Oktober 2016 - 15:54 WIB
Reformasi Struktural...
Reformasi Struktural Dinilai Angkat Peringkat Kemudahan Bisnis RI
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyambut baik laporan Bank Dunia (World Bank), terkait naiknya peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) di Indonesia dari peringkat 106 ke 91. Baginya, hal tersebut adalah buah dari komitmen pemerintah Indonesia melakukan reformasi struktural.

(Baca Juga: Tingkat Kemudahan Berbisnis Indonesia Naik ke Posisi 91)

Dia mengatakan, Bank Dunia memang sedikit mengubah sistem survei yang digunakan untuk melihat tingkat kemudahan berbisnis di suatu negara. Namun demikian, Indonesia tetap menunjukkan performa yang sangat baik dan bahkan menjadi 10 besar negara yang tingkat kemudahan usaha melonjak tajam.

"Memang ada perubahan dalam sistem surveinya, tapi kenaikan dari rating Indonesia besar sekali dalam catatan mereka. Mungkin salah satu yang terbaik peningkatannya. Jadi saya sambut baik," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Menurut dia, meroketnya peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia menjadi keberhasilan yang sangat baik untuk daya saing di Tanah Air. Artinya, komitmen reformasi struktural baik fiskal dan moneter yang dilakukan pemerintah tidak sia-sia.

"Sekarang ini bisa sampai di bawah 100 itu suatu langkah baik bagi Indonesia. Jadi komitmen dari Indonesia untuk melakukan reformasi struktural baik fiskal dan moneter itu adalah langkah untuk Indonesia bisa tumbuh secara kuat dan berkesinambungan," imbuh dia.

Terlepas dari hal itu, mantan Dirut Bank Mandiri ini tetap meminta pemerintah untuk berhati-hati. Mengingat, Bank Dunia telah mengubah sistem survei nya dan pemerintah pun perlu menyikapinya dengan melakukan pengkajian secara mendalam.

"Tapi kemajuan yang besar, saya ingin sampaikan bukti dari institusi Indonesia bisa bekerja sama. Karena memperbaiki EODB itu usaha bersama dan bukan hanya di pusat tapi juga daerah, khususnya Jakarta dan Surabaya. Jadi untuk Jakarta dan Surabaya banyak berperan untuk peningkatan EODB," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved