Tumbuh Stabil, Harita Nickel Catat Laba Bersih Rp20,38 Triliun di Kuartal III-2024
Jum'at, 22 November 2024 - 14:58 WIB
loading...
Harita Nickel berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja stabil di kuartal III-2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel , perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja stabil di kuartal III-2024 di tengah tantangan pasar global.
Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp20,38 triliun meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume produksi di operasi penambangan dan pemrosesan. Laba kotor mencapai Rp6,66 triliun naik 9% secara tahunan, sementara EBITDA meningkat 14% menjadi Rp8,88 triliun. Laba bersih tercatat sebesar Rp4,84 triliun tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Hasil ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami untuk mengoptimalkan operasional dan menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi harga nikel global. Perluasan kapasitas produksi kami mendukung kebutuhan pasar yang terus meningkat, khususnya di sektor baterai kendaraan listrik," ujar Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali dala keterangan resmi, dikutip Jumat (22/11/2024).
Baca Juga: MNCN Catatkan Laba Bersih Rp1,02 Triliun di Kuartal III-2024
Dari sisi operasional, volume produksi juga mencatatkan peningkatan. Produksi bijih nikel mencapai lebih dari 16,27 juta wet metric tonnes (wmt), meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Produksi FeNi dari smelter RKEF tercatat sebesar 95.813 ton, meningkat 39% secara tahunan, sementara fasilitas HPAL menghasilkan 71.531 ton MHP Ni, meningkat 47% secara tahunan.
Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp20,38 triliun meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume produksi di operasi penambangan dan pemrosesan. Laba kotor mencapai Rp6,66 triliun naik 9% secara tahunan, sementara EBITDA meningkat 14% menjadi Rp8,88 triliun. Laba bersih tercatat sebesar Rp4,84 triliun tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Hasil ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami untuk mengoptimalkan operasional dan menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi harga nikel global. Perluasan kapasitas produksi kami mendukung kebutuhan pasar yang terus meningkat, khususnya di sektor baterai kendaraan listrik," ujar Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali dala keterangan resmi, dikutip Jumat (22/11/2024).
Baca Juga: MNCN Catatkan Laba Bersih Rp1,02 Triliun di Kuartal III-2024
Dari sisi operasional, volume produksi juga mencatatkan peningkatan. Produksi bijih nikel mencapai lebih dari 16,27 juta wet metric tonnes (wmt), meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Produksi FeNi dari smelter RKEF tercatat sebesar 95.813 ton, meningkat 39% secara tahunan, sementara fasilitas HPAL menghasilkan 71.531 ton MHP Ni, meningkat 47% secara tahunan.
Lihat Juga :