Dolar Lemah, Harga Minyak Menguat Setelah Lima Pekan
Kamis, 03 November 2016 - 09:44 WIB
Dolar Lemah, Harga Minyak Menguat Setelah Lima Pekan
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah menguat pada Kamis (3/11/2016) imbas dari melemahnya dolar Amerika Serikat akibat sentimen di pasar. Melansir Reuters, kenaikan harga si emas hitam ini merupakan yang tertinggi setelah lima pekan.
Minyak mentah Brent diperdagangkan naik 55 sen atau 1,2% pada USD47,41 per barel pada 01:29 GMT, setelah menyentuh level terendah lima minggu di USD46,46 pada sesi sebelumnya. Minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 50 sen atau 1,1% pada USD45,84 per barel.
Indeks USD tergelincir untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Kamis dan turun 0,09% di tengah kekhawatiran memanasnya situasi politik jelang pemilihan presiden AS pada 8 November 2016. Pelemahan dolar membuat minyak dalam denominasi dolar lebih mahal bagi negara-negara pengimpor.
Sebelumnya, selama lima pekan harga minyak sulit untuk bangkit alias selalu naik turun karena stok minyak mentah AS melonjak lebih dari 14 juta barel pada pekan lalu.
Kekhawatiran atas gangguan pasokan di Nigeria juga selama ini membuat harga minyak terguncang, sehingga mereka memproduksi besar-besaran pusat minyak di Delta Niger, Nigeria Selatan. "Karena pasar selalu sensitif sedikit (berita tentang gangguan pasokan)," kata Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets, seperti dilansir CNBC, Kamis (3/11/2016).
Minyak mentah Brent diperdagangkan naik 55 sen atau 1,2% pada USD47,41 per barel pada 01:29 GMT, setelah menyentuh level terendah lima minggu di USD46,46 pada sesi sebelumnya. Minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 50 sen atau 1,1% pada USD45,84 per barel.
Indeks USD tergelincir untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Kamis dan turun 0,09% di tengah kekhawatiran memanasnya situasi politik jelang pemilihan presiden AS pada 8 November 2016. Pelemahan dolar membuat minyak dalam denominasi dolar lebih mahal bagi negara-negara pengimpor.
Sebelumnya, selama lima pekan harga minyak sulit untuk bangkit alias selalu naik turun karena stok minyak mentah AS melonjak lebih dari 14 juta barel pada pekan lalu.
Kekhawatiran atas gangguan pasokan di Nigeria juga selama ini membuat harga minyak terguncang, sehingga mereka memproduksi besar-besaran pusat minyak di Delta Niger, Nigeria Selatan. "Karena pasar selalu sensitif sedikit (berita tentang gangguan pasokan)," kata Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets, seperti dilansir CNBC, Kamis (3/11/2016).
(ven)
Lihat Juga :