Rencana Merger PGE dengan PLN Masih Membingungkan

Minggu, 06 November 2016 - 16:48 WIB
Rencana Merger PGE dengan...
Rencana Merger PGE dengan PLN Masih Membingungkan
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) masih kebingungan dan belum mengetahui secara pasti bentuk merger dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selain itu, informasi atas rencana tersebut masih minim.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Irfan Zainuddin mengungkapkan, sampai saat ini belum ada komunikasi baik dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno maupun PLN. Padahal, ide kedua perusahaan pelat merah itu bersinergi merupakan keinginan Menteri Rini.

"Saya terus terang masih minim informasi terkait merger dengan PLN dan dengan PLN belum ada pembicaraan. Belum juga ada pembicaraan dengan Ibu Menteri Rini," ujarnya kepada SINDOnews di Jakarta, Minggu (6/11/2016).

(Baca: Rencana Gabung PGE-PLN Diminta Pakai Sistem Join Venture)

Menurut Irfan, PGE masih terus melihat perkembangan dari rencana tersebut. Sebab, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham terbesar yang berhak memutuskan aksi korporasi.

"Kita tunggu saja. Ini kan inisasi stakholder kita (Kementerian BUMN)," katanya.

Merger antar dua perusahaan ini, lanjut dia, masih butuh proses yang tidak bisa ditentukan waktunya. Sebab, model penggabungan usahanya sendiri belum jelas.

"Jadi, masih perlu proses, masih dikaji lamanya berapa tergantung. Modelnya sendiri, akuisisi atau bikin perusahaan sendiri," pungkas Irfan.

(Baca: PLN Caplok PGE, Iklim Investasi Dikhawatirkan Terganggu)

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno meminta PT PLN (Persero) untuk dapat mengakuisisi anak usaha PT Pertamina (Persero) sektor energi, yaitu PT PGE. Permintaan itu telah disampaikan kepada kedua belah pihak.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, alasan Rini meminta PLN dapat mencaplok PGE adalah untuk merealisasikan program pemerintah dalam mengembangkan energi panas bumi sebagai bauran energi nasional. Pemerintah menargetkan hingga 2025 penggunaan panas bumi bisa mencapai 7.000 megawatt (MW).

"Kan gini, diminta energi baru dan terbarukan (geothermal) 7.000 MW. Kalian lihat kan 70 tahun baru 16.000 MW. 10 tahun ke depan diminta 7.000 MW. Jadi langkah apa yang paling mungkin agar kita bisa bergerak," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PGE, PLN dan Geo Dipa...
PGE, PLN dan Geo Dipa Bakal Digabung, Ini Alasannya
Berkat Kang Dedi, PGE...
Berkat Kang Dedi, PGE Raih PROPER Emas 11 Kali Berturut-Turut
Agresif Transisi Energi,...
Agresif Transisi Energi, Pertamina Geothermal Energy Berhasil Bukukan Pendapatan dari Carbon Credit
PT Pertamina Geothermal...
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Resmi IPO
Pertamina Tidak Layak...
Pertamina Tidak Layak Pimpin Holding Geothermal
Pengamat Nilai Kinerja...
Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi
Berita Terkini
Usia ke-53 Tahun, Jasindo...
Usia ke-53 Tahun, Jasindo Perkuat Fondasi Bisnis Berkelanjutan
31 menit yang lalu
IHSG Mendadak Jeblok...
IHSG Mendadak Jeblok 4,49% ke Bawah 6.000, Ini Penyebabnya
44 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
2 jam yang lalu
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
3 jam yang lalu
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
3 jam yang lalu
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
5 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved