BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Kuarta III/2016 Turun Jadi 5,02%
Senin, 07 November 2016 - 12:16 WIB
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Kuarta III/2016 Turun Jadi 5,02%
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2016 sebesar 5,02% atau turun dari kuartal II/2016 yang tumbuh 5,18%. Namun masih lebih baik dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal sama tahun lalu sebesar 4,79%.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi, salah satunya kondisi ekonomi global triwulan III masih belum stabil dengan tingkat pertumbuhan yang tidak merata.
"Misalnya, negara mitra dagang Indonesia yang juga masih melambat ekonominya. Seperti Tiongkok pertumbuhannya stagnan di 6,7%. Singapura juga melambat dari 2,0% ke 0,6%, Korsel melambat dari 3,3% menjadi 2,7% dan Amerika Serikat menguat dari 1,3% ke 1,5%," kata dia di kantornya, Senin (7/11/2016).
Selain itu, dari sisi domestik, inflasi secara quartal to quartal (QtQ) sebesar 0,9%. Namun, untuk year on yearnya masih cukup terkendali di tengah belanja pemerintah yang masih melemah.
"Dari sisi penjualan mobil wholesale pada triwulan III mencapi 251.340 unit atau naik 5,08% secara year on year namun turun sebesar 5,09% secara QtQ," imbuh dia.
Faktor lain yang memengaruhi yakni, produksi emas pda kuartal III sebesar 14,81 juta ton atau naik 5,22% (yoy) dan 2,86% (QtQ). Jumalah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada kuartal III/2016 juga mengalami kenaikan mencapai 3,0 tujuh juta kunjungan atau naik 13,36% (yoy) dan 14,86% (QtQ).
"Selain itu, menguatnya permintaan masyarakat diindikasi oleh penjualan ritel yang tumbuh 11,89% (yoy) di triwulan III, lebih tinggi dibanding tahun lalu periode sama. Dan pertumbuhan permintaan kredit baru dan penyaluran dana pihak ketiga merupakan pendorong pertumbuhan lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi," tutupnya.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi, salah satunya kondisi ekonomi global triwulan III masih belum stabil dengan tingkat pertumbuhan yang tidak merata.
"Misalnya, negara mitra dagang Indonesia yang juga masih melambat ekonominya. Seperti Tiongkok pertumbuhannya stagnan di 6,7%. Singapura juga melambat dari 2,0% ke 0,6%, Korsel melambat dari 3,3% menjadi 2,7% dan Amerika Serikat menguat dari 1,3% ke 1,5%," kata dia di kantornya, Senin (7/11/2016).
Selain itu, dari sisi domestik, inflasi secara quartal to quartal (QtQ) sebesar 0,9%. Namun, untuk year on yearnya masih cukup terkendali di tengah belanja pemerintah yang masih melemah.
"Dari sisi penjualan mobil wholesale pada triwulan III mencapi 251.340 unit atau naik 5,08% secara year on year namun turun sebesar 5,09% secara QtQ," imbuh dia.
Faktor lain yang memengaruhi yakni, produksi emas pda kuartal III sebesar 14,81 juta ton atau naik 5,22% (yoy) dan 2,86% (QtQ). Jumalah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada kuartal III/2016 juga mengalami kenaikan mencapai 3,0 tujuh juta kunjungan atau naik 13,36% (yoy) dan 14,86% (QtQ).
"Selain itu, menguatnya permintaan masyarakat diindikasi oleh penjualan ritel yang tumbuh 11,89% (yoy) di triwulan III, lebih tinggi dibanding tahun lalu periode sama. Dan pertumbuhan permintaan kredit baru dan penyaluran dana pihak ketiga merupakan pendorong pertumbuhan lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi," tutupnya.
(izz)
Lihat Juga :