Jokowi Pede Ekonomi RI Akhir Tahun Tumbuh 5,2%
Rabu, 09 November 2016 - 13:31 WIB
Jokowi Pede Ekonomi RI Akhir Tahun Tumbuh 5,2%
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku percaya diri (pede) pertumbuhan ekonomi Indonesia akhir tahun ini dapat berada di kisaran 5,1% hingga 5,2%. Hal ini berkaca pada kesuksesan pemerintah untuk terus memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit demi sedikit.
Dia menyebutkan, pada kuartal I/2016 pertumbuhan ekonomi di Tanah Air sekitar 4,94%. Kemudian pada periode berikutnya mulai menanjak menjadi 5,18% dan pada kuartal III sekitar 5,02%.
"Kuartal III baru diumumkan dua hari lalu berada pada 5,02%, kita harap pada triwulan IV bisa 5,1%-5,2%. Artinya ada kenaikan meskipun sedikit," katanya dalam pembukaan Indonesia Infrastructure Week 2016 di JCC, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Menurut Jokowi, menanjaknya kondisi ekonomi Indonesia memberikan rasa optimisme bahwa masih ada pertumbuhan di Tanah Air. Sebab, dengan pelemahan ekonomi global yang terjadi saat ini, pertumbuhan ekonomi di negara lain sudah menurun cukup tajam.
Tak hanya berjaya dalam pertumbuhan ekonomi, mantan Wali Kota Solo ini menyatakan bahwa indeks kemudahan berbisnis (ease of doing business/EoDB) di Indonesia juga mengalami peningkatan bagus. Dua tahun lalu peringkat EoDB masih 120, namun saat ini sudah menunjukkan perbaikan menjadi peringkat 91.
"Ini loncatan cukup besar tetapi juga jangan ditepuki terlebih dahulu. Karena target saya angka 40. Karena kalau kita lihat kita masih jauh di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, angka kita masih 91. Ini pekerjaan yang harus kita kejar," tandas Jokowi.
Dia menyebutkan, pada kuartal I/2016 pertumbuhan ekonomi di Tanah Air sekitar 4,94%. Kemudian pada periode berikutnya mulai menanjak menjadi 5,18% dan pada kuartal III sekitar 5,02%.
"Kuartal III baru diumumkan dua hari lalu berada pada 5,02%, kita harap pada triwulan IV bisa 5,1%-5,2%. Artinya ada kenaikan meskipun sedikit," katanya dalam pembukaan Indonesia Infrastructure Week 2016 di JCC, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Menurut Jokowi, menanjaknya kondisi ekonomi Indonesia memberikan rasa optimisme bahwa masih ada pertumbuhan di Tanah Air. Sebab, dengan pelemahan ekonomi global yang terjadi saat ini, pertumbuhan ekonomi di negara lain sudah menurun cukup tajam.
Tak hanya berjaya dalam pertumbuhan ekonomi, mantan Wali Kota Solo ini menyatakan bahwa indeks kemudahan berbisnis (ease of doing business/EoDB) di Indonesia juga mengalami peningkatan bagus. Dua tahun lalu peringkat EoDB masih 120, namun saat ini sudah menunjukkan perbaikan menjadi peringkat 91.
"Ini loncatan cukup besar tetapi juga jangan ditepuki terlebih dahulu. Karena target saya angka 40. Karena kalau kita lihat kita masih jauh di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, angka kita masih 91. Ini pekerjaan yang harus kita kejar," tandas Jokowi.
(izz)
Lihat Juga :