Ini Kebijakan Ekonomi Donald Trump

Rabu, 09 November 2016 - 20:05 WIB
Ini Kebijakan Ekonomi...
Ini Kebijakan Ekonomi Donald Trump
A A A
WASHINGTON - Make America Great Again yang artinya membuat Amerika kembali berjaya. Tagline ini menarik perhatian warga Amerika Serikat, yang akhirnya mengantarkan jagoan Partai Republik, Donald John Trump melangkah ke Gedung Putih.

Selama delapan tahun pemerintahan Barack Obama, perekonomian Amerika mengalami kemunduran signifikan. Sosok Trump sebagai pengusaha sukses dinilai tepat untuk menyuburkan kembali ekonomi AS. “Kami memiliki rencana ekonomi yang besar, kami akan menggandakan pertumbuhan. Dan kami akan memiliki perekonomian terkuat di dunia,” ujar Trump dalam pidato kemenangannya, seperti dilansir FoxBusiness, Rabu (9/11/2016).

Sebelumnya, dalam reli kampanye 28 Oktober lalu di negara bagian New Hampshire, Trump menyindir lemahnya perekonomian AS di bawah Obama. Mengutip dari PolitiFact, Obama merupakan satu-satunya Presiden AS dalam sejarah modern yang pertumbuhan ekonominya tidak sampai 3% dalam setahun.

Biro analisis data ekonomi AS menunjukkan hanya Herbert Hoover yang menjadi presiden pada 1929-1933, yang pertumbuhan ekonominya tidak sampai 3% dalam setahun. Namun kondisi Hoover berbeda dengan Obama, karena saat itu ekonomi dunia dalam Depresi Besar. Setelah Hoover, pertumbuhan serendah itu kemudian terjadi lagi pada masa Obama.

Karena itu, Trump ingin mengembalikan kejayaan Amerika sebagai negara besar. Seperti apa saja langkah-langkah ekonomi Trump, berikut lansirannya dari BBC, Rabu (9/11/2016).

Pajak
Trump telah berjanji melakukan pemotongan pajak besar-besaran sejak era Ronald Reagan. Seperti pemotongan pajak perusahaan, dimana saat ini pajak perusahaan di Amerika Serikat mencapai 35%, hal yang membuat Apple mengalihkan usahanya ke Irlandia karena menghindari pajak tinggi. Menghilangkan pajak real estat dan mengurangi pajak individu.

Lapangan pekerjaan
Trump berjanji akan menciptakan 25 juta lapangan pekerjaan dalam masa pemerintahannya. Terutama penyerapan lapangan kerja di sektor manufaktur. Caranya dengan mengurangi tarif pajak perusahaan AS dari saat ini 35% menjadi 15%, sehingga akan meningkatkan investasi di bidang infrastruktur dan manufaktur. Kebijakan menurunkan pajak, memotong defisit perdagangan, dan menghapus peraturan yang menghambat investasi akan meningkatkan penciptaan lapangan kerja.

Perdagangan bebas
Partai Republik pernah mengatakan perdagangan bebas hal yang tidak terelakkan. Namun Trump mengubah prinsip tersebut. Ia bahkan menentang perdagangan bebas dengan sikap proteksionisme. “Setiap transaksi perdagangan harus melindungi industri AS,” tegasnya.

Bahkan Trump mengatakan siap menerapkan bea masuk impor produk China sebesar 45% ke Amerika, untuk melindungi produk dalam negeri AS dari serbuan produk China.

Trump juga tegas menentang Trans-Pacific Partnership (TPP) kesepakatan antara AS dan 11 negara di kawasan Pasifik yang dicapai tahun lalu untuk meliberalisasi perdagangan, menetapkan standar perdagangan umum dan memotong hambatan. Begitu pula dengan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), dimana ia akan menarik diri jika tuntutan AS tidak terpenuhi.

Trump menuduh Meksiko dan China melakukan praktik perdagangan yang tidak adil, manipulasi mata uang, dan mencuri kekayaan intelektual alias menjiplak. Karena itu ia “mengancam” kedua negara jika mereka tidak melaksanakan reformasi perdagangan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Donald Trump Ancam Ambil...
Donald Trump Ancam Ambil Alih Terusan Panama
Gagal Jadi Presiden...
Gagal Jadi Presiden Amerika, Mobil Donald Trump Dilelang
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
38 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved