BTN Kucuri Kredit Konstruksi PP Properti Rp325 Miliar

Kamis, 10 November 2016 - 15:19 WIB
BTN Kucuri Kredit Konstruksi...
BTN Kucuri Kredit Konstruksi PP Properti Rp325 Miliar
A A A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memberikan fasilitas kredit konstruksi kepada PT PP Properti Tbk (PPRO) senilai Rp325 miliar. Kredit konstruksi tersebut bertenor lima tahun dengan bunga 9,5% per tahun.

"Ini bukan pertama kalinya BTN memberikan kredit konstruksi kepada PP Properti. Kerja sama ini wujud dari sinergi BUMN yang kami lakukan," ujar Direktur Consumer Banking BTN Handayani usai menandatangani perjanjian kerja sama fasilitas kredit kontruksi antara BTN dengan PP Properti dalam rilisnya, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Menurutnya, pemberian kredit konstruksi dalam perjanjian kerja sama senilai Rp325 miliar ini akan digunakan untuk membangun proyek Apartemen Grand Sungkono Lagoon (GSL), Surabaya. Perseroan berharap PP Properti akan selalu menggandeng BTN dalam hal dukungan pendanaan untuk setiap proyek yang akan dibangun.

"Kami berharap PP Properti tidak melirik bank lain untuk kredit konstruksi atau kredit pemilikan apartemen (KPA). BTN siap mensupport dalam hal pembiayaan agar proyek PP Properti bisa berjalan lancar," tegasnya.

Dia mengatakan, total kredit konstruksi yang telah disalurkan BTN ke PP Properti mencapai Rp905 miliar. Jumlah ini diyakini akan terus bertambah seiring kebutuhan pendanaan PP Properti yang semakin besar dalam melalukan ekspansi usaha di berbagai daerah.

Handayani menegaskan, pemberian fasilitas kredit ini merupakan komitmen BTN sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan. Dengan langkah ini juga diharapkan bisa menyukseskan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Hingga September 2016, BTN sudah membiayai 467.153 unit senilai 81,96% dari target program sejuta rumah tahun ini yang sebanyak 570.000 unit. Dukungan BTN terhadap pembiayaan program sejuta rumah meningkat 20,23% pada 2016, yakni dari posisi 2015 yang sebanyak 474.099 unit menjadi 570.000 unit.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PP Properti Taufik Hidayat menegaskan, perseroan sangat membutuhkan dukungan pembiayaan dari BTN. Hal ini agar proyek yang dilakukan PP Properti bisa berjalan dengan baik tanpa adanya penundaan.

"Masalah yang banyak terjadi pada proyek properti yang mangkrak karena tidak adanya dukungan pendanaan dari bank. Makanya kami menggandeng BTN untuk memastikan semua proyek properti yang kami bangun bisa sesuai jadwal dan tidak mengecewakan pembeli," tegasnya.

Taufik menjelaskan, pinjaman senilai Rp325 miliar dari BTN bakal digunakan perseroan untuk membangun Tower Caspian di proyek GSL, Surabaya. Caspian merupakan tower kedua dari kawasan GSL yang memiliki konsep sustainable design.

"Pemberian fasilitas kredit ini merupakan wujud dari kepercayaan BTN terhadap perseroan yang memiliki kinerja terbaik di industri properti saat ini," katanya.

Taufik mengatakan, seiring dengan ekspansi usaha yang akan dilakukan perseroan di berbagai daerah seperti Surabaya, Malang dan Bandung. Tahun depan PP Properti menganggarkan dana belanja modal mencapai Rp1,6 triliun atau naik 100% dibanding belanja modal tahun ini yang sebesar Rp800 miliar.

Pihaknya optimististis industri properti tahun depan akan lebih baik pertumbuhannya seiring berbagai dorongan yang terjadi. Salah satunya pertumbuhan ekonomi yang dipredeksi mencapai 5,3% dan pemangkasan pajak (PPH final) dari 5% menjadi 2,5%. "Jadi peluang untuk berkembang bagi industri properti masih sangat besar," paparnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PP Properti Optimis...
PP Properti Optimis Raih Pendapatan Rp3 Triliun
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Hadiah Total Rp171 Juta...
Hadiah Total Rp171 Juta Disiapkan BTN Saat Semarak HUT ke-71
Peningkatan Tata Kelola...
Peningkatan Tata Kelola Hantar BTN Masuk Jajaran TOP 3 ASEAN CGS
BTN Raih Sertifikat...
BTN Raih Sertifikat Standar Internasional Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Mantan Dirut Kesandung...
Mantan Dirut Kesandung Kasus Gratifikasi, BTN Hormati Prosesnya
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
5 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
6 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
10 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
11 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
12 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved