Meski Rupiah Jeblok, BI Nilai Fundamental Ekonomi Indonesia Baik

Jum'at, 11 November 2016 - 17:54 WIB
Meski Rupiah Jeblok,...
Meski Rupiah Jeblok, BI Nilai Fundamental Ekonomi Indonesia Baik
A A A
JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan kendati dua hari ini, nilai tukar rupiah anjlok namun secara fundamental, ekonomi Indonesia tetap baik. Kondisi ekonomi Indonesia tidak seperti ekonomi negara lain.

Mirza menerangkan bahwa beberapa indikator makroekonomi Indonesia terlihat stabil dan tidak ditemui tekanan. Salah satu buktinya pertumbuhan ekonomi kuartal III mencapai 5,02%, lebih tinggi daripada negara tetangga.

"Ekonomi Indonesia tidak seperti pasar di luar negeri. Pertumbuhan ekonomi kita di 5,2 persen. Coba lihat Singapura enggak sampai dua persen dan Thailand di bawah tiga persen. Negara ASEAN yang pertumbuhannya di atas lima persen, ya Indonesia dan Filipina sebesar enam persen. Jadi dari pertumbuhan ekonomi, jelas kita bagus," katanya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Di lihat dari neraca pembayaran, neraca dagang Indonesia pada titik yang baik. Defisit 2,0-2,1% dari PDB. Sekarang bahkan 1,8%. Kemudian defisit anggaran pemerintah, menurut kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani, defisit tetap harus dijaga tidak lebih dari 2,5% dari PDB. "Itu angka yang sehat. Jadi dari sisi fundamental, Indonesia itu dalam kondisi yang baik," imbuhnya.

Dalam rangka menjaga stabilisasi di pasar, bank sentral hadir di dua pasar sekaligus, yaitu di valas dan surat berharga negara (SBN). Ini dalam rangka memberikan announce efek ke pasar, maka BI umumkan lelang ke SBN.

"Jadi kalau yang punya akses, BI umumkan ke peserta pasar bahwa BI ready to buy SBN, lelangnya sudah ditutup tadi, dibuka sejam. Nanti akan diumumkan berapa yang BI beli. Jadi setelah BI umumkan membeli SBN dan hadir di valas saya lihat rupiah kembali ke Rp13.500. Maka pasarnya sudah kembali," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
28 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
35 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
58 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved