Lepas Middle Income Trap Bisa Dongkrak Pendapatan per Kapita RI

Kamis, 24 November 2016 - 17:49 WIB
Lepas Middle Income...
Lepas Middle Income Trap Bisa Dongkrak Pendapatan per Kapita RI
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan, pendapatan per kapita di Indonesia yang sebesar USD3.500 saat ini akan bisa menyamai Malaysia di level USD8.000. Namun untuk mewujudkannya, Indonesia harus terlebih dahulu lepas dari middle income trap.

(Baca: Industri Manufaktur Bisa Loloskan RI dari Middle Income Trap)

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Yoga Affandi mengatakan, lolosnya Indonesia dari middle income trap akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, pendapatan per kapita bisa meningkat dari posisi sekarang.

"Kalau mau pendapatan per kapita menuju lebih tinggi, lepas dari jebakan middle income trap, level rendah minimum dari itu USD12.000. Kita ingin USD8000 saja setara Malaysia, kalau ingin sejahtera bukan berikan bantuan, itu yang berikan kenaikan taraf hidup," ujarnya di Surabaya, Kamis (24/11/2016).

Keinginan BI untuk menaikkan taraf hidup masyarakat, karena melihat Indonesia sudah tertinggal dari Filipina dari sisi pendapatan per kapita. Reformasi struktural dinilai jadi jurus ampuh mengatasi masalah tersebut.

"Kita ingin naikkan taraf hidup, pendapatan per kapita tersusul Filipina. Sesuatu harus dilakukan, kuncinya reformasi struktural, tak bisa kebijakan jangka pendek, butuh menengah, jangka panjang. Salah satu ide yang diusung BI ide jangka panjang, reformasi struktural ini yang akan naikkan taraf hidup rakyat," kata Yoga.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan reformasi struktural ini, BI sejak 2014 sudah melakukan Rapat Ekonomi Keuangan Daerah (Rekda). Inti dari Rekda yakni koordinasi pemerintah pusat dan daerah.

"Topik yang kita fokuskan, keinginan lebih baik lagi. Misalnya di Ambon bahas maritim, di Balikpapan ketahanan energi, di Batam industri pariwisata dan maritim, dan yang penting di Surabaya itu industri manufaktur," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
2 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
3 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
3 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
3 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
4 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved