10 Juta Wisatawan China Dibidik Melancong ke Indonesia
Selasa, 06 Desember 2016 - 12:39 WIB
10 Juta Wisatawan China Dibidik Melancong ke Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan setidaknya 10 juta wisatawan asal China berkunjung dan melancong ke Indonesia. Target tersebut diharapkan dapat tercapai pada 2019.
Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pemerintah guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Meskipun bukan investasi besar, namun sektor pariwisata mampu mengangkut jumlah tenaga kerja yang sangat besar.
"Sebab itu, tahun lalu yang saya sampaikan 10 destinasi baru, 10 Bali baru harus betul-betul jadi. Barangnya sudah ada, tinggal membangun infrastruktur yang baik menuju ke sana," kata dia dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Menurutnya, beberapa destinasi tersebut tinggal membangun produk-produk supporting yang diperlukan dan hal yang berkaitan dengan membangun positioning, diferensiasi, kemasan, kemudian membangun brand, dan menggerakkan promosinya secara besar-besaran.
China, kata mantan Wali Kota Solo ini, menjadi salah satu sasaran Indonesia dalam sektor pariwisata. Mengingat, setiap tahunnya wisatawan China yang keluar negeri bisa mencapai 150 juta jiwa. Sayangnya, selama ini mereka lebih tersedot oleh Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
"Kenapa kita tidak bisa mengambil kesempatan ini, padahal jarak sangat dekat dengan mereka. Karena kesiapan kita, kedua hal yang berkaitan dengan airlines memang persiapannya saya pikir hanya butuh satu tahun, tapi sudah lebih dari satu tahun persiapan kita masih butuh," tuturnya.
Karena itu, Indonesia membidik setidaknya 10 juta wisman asal China dapat berkunjung ke Indonesia hingga 2019. Untuk mewujudkannya, pemerintah Indonesia dan China melakukan kesepakatan mengenai penerbangan langsung dari China ke Indonesia.
"Ini bukan pekerjaan sulit, tapi memerlukan kesiapan kita. Karena kalau dari 150 juta ngambil 10 juta saja masa enggak bisa. Padahal, kita sudah sign dengan pemerintah China, 9 airport dan 9 provinsi yang bisa didatangi turis China," kata Jokowi.
Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pemerintah guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Meskipun bukan investasi besar, namun sektor pariwisata mampu mengangkut jumlah tenaga kerja yang sangat besar.
"Sebab itu, tahun lalu yang saya sampaikan 10 destinasi baru, 10 Bali baru harus betul-betul jadi. Barangnya sudah ada, tinggal membangun infrastruktur yang baik menuju ke sana," kata dia dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Menurutnya, beberapa destinasi tersebut tinggal membangun produk-produk supporting yang diperlukan dan hal yang berkaitan dengan membangun positioning, diferensiasi, kemasan, kemudian membangun brand, dan menggerakkan promosinya secara besar-besaran.
China, kata mantan Wali Kota Solo ini, menjadi salah satu sasaran Indonesia dalam sektor pariwisata. Mengingat, setiap tahunnya wisatawan China yang keluar negeri bisa mencapai 150 juta jiwa. Sayangnya, selama ini mereka lebih tersedot oleh Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
"Kenapa kita tidak bisa mengambil kesempatan ini, padahal jarak sangat dekat dengan mereka. Karena kesiapan kita, kedua hal yang berkaitan dengan airlines memang persiapannya saya pikir hanya butuh satu tahun, tapi sudah lebih dari satu tahun persiapan kita masih butuh," tuturnya.
Karena itu, Indonesia membidik setidaknya 10 juta wisman asal China dapat berkunjung ke Indonesia hingga 2019. Untuk mewujudkannya, pemerintah Indonesia dan China melakukan kesepakatan mengenai penerbangan langsung dari China ke Indonesia.
"Ini bukan pekerjaan sulit, tapi memerlukan kesiapan kita. Karena kalau dari 150 juta ngambil 10 juta saja masa enggak bisa. Padahal, kita sudah sign dengan pemerintah China, 9 airport dan 9 provinsi yang bisa didatangi turis China," kata Jokowi.
(izz)
Lihat Juga :