Jelang Pelantikan, Trump Akan Dapat Arloji Khusus Buatan Swiss

Jum'at, 09 Desember 2016 - 17:31 WIB
Jelang Pelantikan, Trump...
Jelang Pelantikan, Trump Akan Dapat Arloji Khusus Buatan Swiss
A A A
WASHINGTON - Pelantikan Presiden Amerika Serikat memang sarat cerita. Mengikuti tradisi, setiap Presiden baru AS akan menerima arloji mekanik buatan Swiss. Melansir dari Bloomberg, Jumat (9/12/2016), tradisi pemberian jam tangan ini mulai berlangsung sejak Harry Truman dilantik sebagai presiden ke-33 pada April 1945.

Adapun jam tangan yang diterima setiap Presiden AS yang dilantik adalah Vulcain Cricket. Arloji ini dihiasi emas dan alarm mekanik sebagai penanda waktu saat sang pemilik memasuki Gedung Putih.

Tradisi pemberian jam tangan Vulcain, membuat perusahaan yang berbasis di La Chaux-de-Fonds, Swiss, ini bisa kembali menggantang asa. Krisis ekonomi global sejak 2008 dan dampaknya hingga sekarang, membuat industri jam tangan mewah menderita penurunan penerimaan.

Ketidakpastian ekonomi global tersebut semakin memukul industri jam tangan Swiss. Selama lebih dari satu dekade, industri jam tangan Swiss hanya mengekspor 500 juta jam tangan. Merek seperti Cartier dan Vacgeron Constantin bahkan sampai memangkas jumlah pekerja untuk menutupi biaya produksi atas gagalnya beberapa model yang dikeluarkan di pasaran.

Wakil Presiden Pemasaran dan Penjualan Vulcain, Daniel Wechsler semringah atas ditunjuknya kembali Vulcain sebagai jam tangan untuk inagurasi Presiden AS. “Meski kami kecil tapi kami bisa bersaing dengan pemain besar dan memiliki kelebihan,” ujarnya kepada Bloomberg. Kelebihan yang dimaksud adalah jam tangan ini memiliki daya tahan di segala cuaca.

Vulcain sendiri didirikan pada 1858. Pada 1947, mereka menghasilkan jam tangan pertama dengan alarm mekanik handal. Jam tangan tersebut dijual 7.000 franc Swiss (USD6.970) atau setara dengan Rp92 juta (estimasi Rp13.332/USD).

Sedangkan nama Cricket berasal dari detak jarum jam tersebut. Soal bunyi detak jarum jam Vulcain Cricket punya kisah tersendiri. Kabarnya Secret Service alias pasukan pengamanan Presiden AS sempat heboh saat mendengar bunyi tersebut. Mereka mengira alarm mekanik yang dipakai oleh Presiden Truman sebagai alarm untuk bom.

Dan jam tangan ini pun menjadi favorit dua presiden berikutnya, yaitu Dwight David Eisenhower dan Lyndon Johnson. Mereka selalu mengenakan jam tangan Vulcain Cricket setiap kerja.

Namun merek Vulcain Cricket kemudian menghilang pada 1980-an dan baru diluncurkan kembali pada 2002. Mereka hanya membuat sekitar 3.000 jam tangan setahun. Sejak 2009, Vulcain Cricket kabarnya telah dibeli oleh keluarga Al-Rayes dari Arab Saudi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Logo Terkenal Dunia...
10 Logo Terkenal Dunia dan Pesan Tersembunyi di Baliknya
Perang Dagang Mereda?...
Perang Dagang Mereda? Trump Beri Angin Segar Industri Otomotif dengan Pelonggaran Tarif Impor!
Trump Umumkan Kesepakatan...
Trump Umumkan Kesepakatan Dagang dengan Indonesia | Sindo Sore
Siapa Pemenang dan Pecundang...
Siapa Pemenang dan Pecundang dalam Perang Dagang AS dengan Kanada dan Meksiko?
Desain Kemasan Ayam...
Desain Kemasan Ayam Geprek Ruben Onsu Belum Ada Pembaruan
Approval Rating Donald...
Approval Rating Donald Trump Terjun ke Titik Terendah
Berita Terkini
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
55 menit yang lalu
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
1 jam yang lalu
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
1 jam yang lalu
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
1 jam yang lalu
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
2 jam yang lalu
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
3 jam yang lalu
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved